Kapan MBG untuk Lansia Dimulai? Kemensos dan BGN Sasar Penerima Usia 75 Tahun dan Tinggal Sendiri
Rusaidah February 11, 2026 01:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Banyak pihak mempertanyakan kapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan resmi dimulai.

Sebagai informasi, pemerintah saat ini tengah mematangkan skema pelaksanaan program MBG, yang dirancang dengan sasaran spesifik bagi kelompok lanjut usia (lansia).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa prioritas utama program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal seorang diri, sebagai upaya memberikan perhatian lebih pada kelompok yang rentan dan membutuhkan dukungan gizi secara intensif.

Baca juga: Ibu Tika Mega Sebut Pesulap Merah Sempat Marahi Anaknya Gegara Cek Penyakit: Ngabisin Uang

Saifullah menyatakan bahwa ia telah melakukan koordinasi teknis dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terkait realisasi rencana tersebut.

Fokus awal program ini tertuju pada pemenuhan gizi bagi lansia tunggal sebelum cakupan layanan diperluas ke kelompok usia lainnya.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof. Dadan untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian," ujar Saifullah, dikutip dari Antara, Selasa (3/2/2026).

Menurut Saifullah, perluasan target penerima ke kelompok lansia berusia di bawah 75 tahun baru akan dilakukan setelah seluruh kuota prioritas utama terpenuhi secara menyeluruh.

"Kalau alokasinya sudah habis, nanti baru di bawah 75 tahun," ucapnya.

Dalam pelaksanaannya, layanan makanan akan diproduksi langsung oleh dapur umum milik BGN, yang mencakup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fasilitas ini akan berlokasi sedekat mungkin dengan tempat tinggal penerima manfaat, sehingga distribusi makanan dapat lebih cepat dan efisien.

Selain lansia, dapur ini juga dipersiapkan untuk melayani penyandang disabilitas.

Terkait validitas penerima, Saifullah menjelaskan bahwa basis data penerima berasal dari pemerintah daerah.

Data ini akan melalui proses asesmen dan ditetapkan oleh kepala daerah sebelum diserahkan ke BGN untuk dieksekusi dalam penyaluran layanan.

Soal pendanaan, Saifullah menegaskan bahwa seluruh anggaran program MBG untuk lansia akan terpusat di BGN, sementara Kementerian Sosial berperan sebagai pendukung dalam hal sistem pendampingan dan distribusi layanan langsung ke rumah warga.

"Jadi, anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat," ucapnya.

Siapkan Tenaga Pengantar dan Perawat

Kemensos saat ini tengah memperkuat layanan dengan menyediakan tenaga pendamping.

Saifullah menyebut bahwa pihaknya akan secara bertahap menerjunkan pengasuh (caregiver) dan perawat terlatih untuk mendampingi para lansia dan penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat.

Selama proses pelatihan tenaga ahli tersebut berlangsung, pemerintah akan mengoptimalkan peran tenaga pengantar makanan.

Mereka bertugas memastikan asupan gizi sampai langsung ke tangan penerima di rumah masing-masing, sehingga layanan tetap berjalan meskipun tenaga ahli belum sepenuhnya siap.

"Kita awali dengan pelatihan-pelatihan dulu, tapi sebelum mereka selesai mengikuti pelatihan, kita akan menggunakan tenaga-tenaga yang mengirim ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas," kata Saifullah.

(Kompas.com/Tribunnews/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.