Berpencar Pasang Pancing Tajur, Teriakan Disertai Gemuruh Air Awal Curiga Jauhari Diterkam Buaya
Rusaidah February 11, 2026 01:03 PM

 

BANGKAPOS.COM – Setelah pencarian panjang, pemancing Sungai Mendo, Jauhari alias Buluk (40) ditemukan Tim SAR Gabungan dengan kondisi meninggal dunia.

Jauhari ditemukan di sekitaran lokasi Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (11/2/2026) pagi.

“Sekitar jam 8.50 WIB tadi ketemunya, dalam keadaan meninggal dunia,” kata salah seorang anggota BPBD Bangka kepada Bangkapos.com

Kini jenazahnya telah dibawa menggunakan kantong jenazah untuk proses evakuasi lebih lanjut. 

Diketahui, Jauhari dilaporkan hilang pada Selasa (10/2/2026) malam saat memancing bersama rekan-rekannya di Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat.

Dia mendadak hilang diduga diterkam buaya. 

Baca juga: Ditemukan Utuh Berjam-jam di Mulut Buaya, Detik-detik Jasad Rusmanto Didorong ke Tepian Kolong

Sebuah senter dan alat pancing/tajur milik Jauhari tertinggal begitu saja di lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi sejak mendapatkan laporan tadi malam langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat dan melaksanakan pencarian.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika menjelaskan, upaya pencarian telah dilakukan sejak malam hari dengan memanfaatkan drone thermal.

“Pencarian semalam kami maksimalkan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban maupun predator yang diduga menerkam korban, namun hasilnya masih nihil,” kata Mikel, Rabu (11/2/2026).

Kata dia, operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala, seperti kondisi sungai yang memiliki banyak anak sungai serta potensi keberadaan hewan buas di sekitar lokasi kejadian. 

Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan tinggi bagi seluruh personel SAR di lapangan.

“Pagi ini pencarian kembali dilanjutkan bersama Tim SAR Gabungan. Semoga korban dapat segera ditemukan,” ucapnya.

Kronologi Rekan Sempat Dengar Teriakan

Lebih lanjut, kronologi hilang pemancing atas nama Jauhari alias Buluk (40 tahun) itu bermula ketika korban dan sejumlah rekannya berangkat ke sungai tersebut untuk menajur (memancing) ikan.

Setibanya di lokasi, mereka berpencar untuk memasang tajur di sepanjang sungai. 

PEMANCING HILANG — Sejumlah warga dan petugas kepolisian dari Polsek Mendo Barat saat mencari orang hilang diduga diterkam buaya di Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Selasa (11/2/2026) malam. 
PEMANCING HILANG — Sejumlah warga dan petugas kepolisian dari Polsek Mendo Barat saat mencari orang hilang diduga diterkam buaya di Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Selasa (11/2/2026) malam.  ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra))

Tak lama kemudian, rekan-rekan korban mendengar suara teriakan yang disusul gemuruh air cukup besar dari arah sungai.

Awalnya, suara tersebut diduga berasal dari hewan liar seperti monyet. 

Baca juga: Sepak Terjang AKBP Arif Fazlurrahman Kapolres Lamongan Emosi Ditanya Polisi Harga Sepeda Hilang

Namun karena curiga, mereka mendatangi sumber suara tersebut.

Sesampainya di lokasi, korban tidak ditemukan. 

Rekan korban hanya mendapati senter milik Jauhari dalam kondisi masih menyala dan mengapung di pinggir sungai. 

“Mengingat kawasan Sungai Limbung dikenal sebagai habitat buaya, korban diduga kuat diserang predator tersebut. Kejadian itu kemudian segera dilaporkan ke Kantor SAR Pangkalpinang,” ungkap Mikel.

Tersangkut di Jaring Ikan 

Jasad Jauhari alias Buluk (40 tahun) ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian awal saat memancing di kawasan Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Bangka.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad korban pada pagi hari ini, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 08.40 WIB. 

Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tersangkut pada jaring ikan tidak jauh dari lokasi kejadian awal.

Penemuan bermula saat Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu nelayan.

“Saat tim melakukan pengecekan terhadap sisi-sisi sungai, mereka mencurigai sebuah jaring ikan. Ketika jaring tersebut diangkat, terlihat tubuh korban tersangkut di dalamnya.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan penemuan tersebut.

"Alhamdulillah, pada pagi hari ini pukul 08.40 WIB, korban yang sebelumnya dikabarkan diterkam buaya saat mencari ikan di Sungai Limbung berhasil kita temukan. Berkat kerja sama dengan unsur SAR Gabungan, korban berhasil ditemukan tersangkut di jaring," ujar Mikel.

Setelah dievakuasi, jenazah Jauhari langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Petaling Banjar untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Mikel juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim yang terlibat.

"Terima kasih tentunya kami ucapkan kepada segenap unsur SAR Gabungan yang turut mendukung dan membantu dalam proses pencarian terhadap korban. Atas berhasil ditemukannya korban, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup, dan unsur SAR Gabungan dapat kembali ke kesatuan masing-masing," tutupnya.

Pakai Drone Thermal

Sejak malam, Selasa (10/2/2026), Tim SAR Gabungan melalukan upaya pencarian hilang korban diduga diterkam buaya di Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Bangka.

Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi sejak mendapatkan laporan tadi malam langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat dan melaksanakan pencarian.

Baca juga: Rincian Biaya Pasang Listrik Baru Februari 2026 Daya 450 VA - 3.500 VA, Bisa Cek Lewat PLN Mobile

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika menjelaskan, upaya pencarian telah dilakukan sejak malam hari dengan memanfaatkan drone thermal.

“Pencarian semalam kami maksimalkan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban maupun predator yang diduga menerkam korban, namun hasilnya masih nihil,” kata Mikel, Rabu (11/2/2026).

Kata dia, operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala, seperti kondisi sungai yang memiliki banyak anak sungai serta potensi keberadaan hewan buas di sekitar lokasi kejadian. 

Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan tinggi bagi seluruh personel SAR di lapangan.

“Pagi ini pencarian kembali dilanjutkan bersama Tim SAR Gabungan. Semoga korban dapat segera ditemukan,” ucapnya.

Lebih lanjut, kronologi hilang pemancing atas nama Jauhari alias Buluk (40 tahun) itu bermula ketika korban dan sejumlah rekannya berangkat ke sungai tersebut untuk menajur (memancing) ikan.

Setibanya di lokasi, mereka berpencar untuk memasang tajur di sepanjang sungai. Tak lama kemudian, rekan-rekan korban mendengar suara teriakan yang disusul gemuruh air cukup besar dari arah sungai.

Awalnya, suara tersebut diduga berasal dari hewan liar seperti monyet. Namun karena curiga, mereka mendatangi sumber suara tersebut.

Sesampainya di lokasi, korban tidak ditemukan. Rekan korban hanya mendapati senter milik Jauhari dalam kondisi masih menyala dan mengapung di pinggir sungai. 

“Mengingat kawasan Sungai Limbung dikenal sebagai habitat buaya, korban diduga kuat diserang predator tersebut. Kejadian itu kemudian segera dilaporkan ke Kantor SAR Pangkalpinang,” ungkap Mikel.

Tinggalkan Senter dan Alat Pancing

Seorang pria yang sedang memancing di kawasan Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka dilaporkan hilang pada Selasa (10/2/2026) malam.

Identitas pria tersebut diketahui bernama Jauhari alias Buluk (40 tahun), warga Desa Petaling Banjar, Kecamatan Mendo Barat.

JASAD JAUHARI DITEMUKAN - Evakuasi jasad Jauhari setelah ditemukan tersangkut di jaring ikan, Rabu (11/2/2026). Jauhari sebelumnya dikabarkan hilang diduga diterkam buaya saat memanding di kawasan Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Selasa (10/2/2026) malam.
JASAD JAUHARI DITEMUKAN - Evakuasi jasad Jauhari setelah ditemukan tersangkut di jaring ikan, Rabu (11/2/2026). Jauhari sebelumnya dikabarkan hilang diduga diterkam buaya saat memanding di kawasan Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Selasa (10/2/2026) malam. (Istimewa/Basarnas Babel)

Dia dilaporkan hilang ketika sedang memancing bersama dua orang rekannya di Kawasan Lubuk Pasir Hilir, Lubuk Soleha Sayut Sungai Mendo.

Kapolsek Mendo Barat, Iptu Wendy Oktasa menjelaskan kronologi sementara dari peristiwa itu. Dijelaskannya, pukul 18.35 WIB, korban bersama dua rekannya memasangkan pancing/tajur di sungai tersebut.

“Sekitar 5 menit kemudian saat teman korban sedang memasang pancing/tajur, terdengar suara teriakan minta tolong korban berjarak sekitar 40 meter dari rekannya tersebut,” jelas Kapolsek kepada Bangkapos.com, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Harga Emas 11 Februari 2026: Tertinggi UBS Tembus Rp3 Juta, Antam dan Galeri24 Selisih Tipis

Mendengar suara teriakan tersebut, kedua rekan korban langsung bergegas menghampiri korban. Namun yang ditemukan hanya senter serta alat pancing/tajur yang tertinggal dan diduga milik korban.

Kemudian, rekan korban melihat ke air yang diduga tempat korban diterkam buaya dan selanjutnya rekan korban langsung melaporkannya ke pihak keluarga korban.

“Saat ini Bhabinkamtibmas, anggota piket Polsek Mendo Barat, tim SAR gabungan, pihak keluarga beserta Pemdes Petaling Banjar dan Pemdes Mendo sedang berada dilokasi untuk menemukan keberadaan warga yang hilang tersebut,” ungkapnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.