Pentahbisan Uskup Larantuka, KWI Ajak Gereja Jaga Persatuan dan Bhinneka Tunggal Ika
Edi Hayong February 11, 2026 03:39 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA – Perayaan tahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Pr, Rabu (11/2/2026), menjadi momentum penting bagi Gereja Katolik Indonesia untuk meneguhkan persatuan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, Uskup Bandung yang juga Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), menegaskan bahwa tahbisan ini merupakan peristiwa iman dan anugerah bagi Gereja Indonesia, khususnya Keuskupan Larantuka.

“Bapa Suci Paus Leo XIV telah memilih Mgr. Yohanes Hans Monteiro menjadi Uskup Larantuka untuk meneruskan karya penggembalaan Mgr. Fransiskus Kopong Kung Pr yang memasuki masa purna bakti. Kita bersukacita luar biasa,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Uskup Emeritus Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang dinilainya sebagai salah satu “kompas” di tubuh KWI. 

Menurutnya, selama hampir 24 tahun menggembalakan Keuskupan Larantuka, Mgr. Kopong Kung juga dikenal kritis dan konsisten dalam menjaga arah moral dan spiritual Gereja di tingkat nasional.

Baca juga: Mgr. Mikhael Paulo Bawa Pesan Khusus Vatikan Buat Uskup Larantuka Mgr. Hans Monteiro

“KWI harus tetap menjadi kompas moral dan spiritual,” tegasnya.

Dalam pesannya, Mgr. Antonius mengingatkan bahwa Gereja tidak akan hancur karena serangan dari luar, melainkan harus waspada terhadap ancaman dari dalam yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Yang harus kita waspadai justru perpecahan dari dalam diri kita sendiri,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga kesatuan dalam keberagaman, sebagaimana tercermin dalam moto episkopal Mgr. Hans Monteiro, "Unus Corpus, Unus Spiritus, Una Spes" (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan).

Menurutnya, Gereja adalah satu tubuh dengan banyak anggota, sebagaimana keindahan kain tenun Flores Timur yang beragam corak namun tetap satu kesatuan. 

Ia juga menyinggung penggunaan angklung, alat musik khas Jawa Barat, dalam perayaan tersebut sebagai simbol indahnya keberagaman dalam Gereja dan Indonesia.

Baca juga: Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro: Saya Datang sebagai Pelayan, Bukan Pemilik Gereja

“Itulah Gereja, itulah Bhinneka Tunggal Ika. Gereja harus memberi kompas moral, spiritual, bahkan sosial bagi bangsa ini,” ujarnya.

Mgr. Antonius juga mengingatkan pesan pertama Paus Leo XIV saat terpilih, yakni “Damai sejahtera bagi kamu,” yang merupakan sapaan Kristus yang bangkit kepada para murid-Nya. Damai sejahtera itu, katanya, harus menjadi wajah dan misi Gereja.

Mengakhiri sambutannya, ia bersama para uskup Indonesia menyampaikan selamat berkarya kepada Mgr. Yohanes Hans Monteiro serta selamat bergabung dalam persaudaraan KWI yang terdiri dari 38 keuskupan dan satu keuskupan militer TNI-Polri.

“Mari saling mendoakan dan mewujudkan Gereja yang sehati sejiwa dalam satu harapan yang membawa damai sejahtera,” tutupnya.(uan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.