Kemenhaj Sulsel Tunggu Hasil Investigasi terkait Meninggalnya Jemaah Umrah di Bandara Jeddah
Dewi Agustina February 11, 2026 04:38 PM


TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Kantor Wilayah Kemenhaj Sulsel masih menunggu hasil investigasi terkait penyebab meninggalnya Maemuna, jemaah umrah perempuan asal Makassar, pada Kamis (5/2/2026) waktu setempat.

Maemuna meninggal dunia di Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, Arab Saudi.

Baca juga: Pulang Umrah, Mawa Makin Yakin Gugat Cerai Insanul Fahmi, Sulit Lupakan Perlakuan Inara Rusli

"Penyebab meninggalnya jemaah umrah asal Makassar kita tunggu hasil investigasinya," kata Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (11/2/2026). 

Ikbal menduga, Maemuna meninggal karena kelelahan dan kedinginan di ruang tunggu bandara. 

Sebab saat itu jemaah tersebut menunggu lama jadwal keberangkatan pesawat setelah alami delay. 

 

 

Kemungkinan juga ada potensi penyakit jantung. 

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel telah memanggil pihak penerbangan cabang Makassar untuk dimintai keterangan. 

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan memanggil Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang membawa Maemuna. 

Iqbal menyebut, pengurusan jasad Maemuna diambil alih oleh petugas Bandara King Abdulaziz.

Jasadnya langsung dikebumikan hari itu juga di Arab Saudi. 

"Pihak Bandara tangani langsung penguburan. Dimakamkan di Saudi," sebut Ketua Umum Rabithah Alumni (Rama) MAPK/MAKN ini.

Kronologi Meninggalnya Maemuna

Menurut laporan awal dari Kementerian Haji (Kemenhaj) RI, Maemuna berada di Bandara King Abdulaziz dalam proses kepulangan ke Tanah Air bersama rombongan, Kamis (5/2/2026) waktu setempat.

Pesawat ditumpangi Maemuna beserta rombongan jemaah umrah lainnya ke Indonesia alami delay selama sehari. 

Penyebabnya, tim teknisi menemukan kaca pesawat retak, sehingga perlu perbaikan. 

Pihak maskapai pun mengarahkan jamaah umrah untuk menunggu di hotel.

Namun tidak semua jemaah umrah memilih opsi tersebut.

Ada sekira 70 jamaah umrah, termasuk Maemuna memilih bertahan di ruang tunggu Bandara King Abdul Aziz. 

Ternyata, waktu perbaikan pesawat memakan waktu lama. 

"Lama menunggu di bandara, padahal sudah disiapkan flyadeal ke hotel. Besoknya pesawat baru selesai pengerjaan, tapi jemaah (Maemuna) sudah meninggal," tuturnya. 

Agar hal serupa tak terulang lagi, Ikbal mengimbau seluruh jamaah untuk mengikuti seluruh instruksi dari maskapai. 

Lantaran tim teknisi pasti sudah mempunyai perhitungan untuk perbaikan pesawat. 

"Kalau ada disiapkan fasilitas, jemaah mengikut saja. Ini masalahnya mau tetap di abndara sambil menunggu pesawat bagus," ucap Ikbal.

Ikbal terus mengingatkan penyelenggara umrah untuk menyiapkan tim medis maupun obat-obatan untuk mengantisipasi kondisi tak diinginkan.

"Selalu siapkan tim medis dan obat-obatan," ucapnya. 

Penulis: Kaswadi Anwar

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.