TRIBUNNEWS.COM - Permainan perpanjangan kontrak di Ducati mulai MotoGP 2027 mulai dilakukan Marc Marquez. The Baby Alien siapkan celah kepulangan ke Honda Racing Corporation (HRC).
Kasak-kusuk perpindahan pembalap atau Silly Season MotoGP 2027 tak bisa lepas dari yang namanya Marc Marquez.
Pembalap berusia 32 tahun asal Spanyol ini disebut jadi yang terdepan untuk memperpanjang kontrak di pabrikan Ducati.
Ducati, diklaim lebih mendahulukan Marc Marquez soal perpanjangan kontrak ketimbang Francesco 'Pecco' Bagnaia.
Motosan melaporkan bahwa The Baby Alien memperpanjang masa bakti di pabrikan Bologna, Italia itu dalam kurun waktu dua tahun, yakni hingga 2028.
Sebagai informasi, baik Pecco Bagnaia dan Marc Marquez habis kontrak di Ducati setelah MotoGP 2026 rampung.
Secara garis besar, Marc Marquez akan bertahan di Ducati, pabrikan yang memberikan motor yang mengantarkannya menjadi juara dunia MotoGP 2025.
Tetapi isu baru beredar. Jurnalis kawakan Simon Patterson dalam podcast-nya di The Race, 6 Februari lalu, ada negosiasi yang ditawarkan pihak Marc Marquez.
The Baby Alien tidak menginginkan kontrak dua tahun secara 'gelondongan' untuk bertahan di Ducati.
Juara dunia MotoGP 7 kali ini menginginkan kontrak 1+1. Di mana dia memiliki opsi untuk bertahan di Ducati jika di MotoGP 2027 mampu tampil menjanjikan.
Baca juga: Update Transfer MotoGP 2027: Quartararo di Persimpangan, Bagnaia Cari Pabrikan Lain
Tetapi dalam pandangan Simon Patterson, langkah ini merupakan celah yang dibuat Marc Marquez untuk bisa meninggalkan Ducati dan kembali ke Honda HRC. Tentunya dengan syarat dan ketntuan berlaku.
Honda HRC dalam pengembangan motor menunjukkan progres menjanjikan. RC213V di tes pramusim Sepang beberapa waktu lalu memberikan daya ledak yang semakin nyata.
Di bawah pengembangan Joan Mir-Luca Marini yang bersinergi dengan Aleix Espargaro, RC213V Honda menjadi kandidat kuat untuk bersaing di MotoGP 2026.
Apalagi di musim 2027 dengan regulasi yang memangkas motor dari 1000cc menjadi 850cc, bak menjadi gerbang baru dimulainya kejuaraan dunia dari nol.
Sebab di MotoGP 2027, tidak ada yang bisa menggaransi bahwa Ducati bisa memastikan Desmosedici-nya tetap menjadi yang terbaik.
Tidak menutup kemungkinan RC213V justru tampil meledak di MotoGP 2027. Sehingga klausul 1+1 memungkinkan Marc Marquez meninggalkan Ducati dan kembali ke Honda pada musim 2028.
Marc Marquez tampaknya mulai bosan ditanya-tanya melulu mengenai kapan ia akan menandatangani kontrak baru dengan Ducati Lenovo Team di MotoGP 2027. Ia menyatakan bahwa jawabannya masih 'sama'.
Sejak Januari lalu, Marquez mengaku enggan pindah tim jika merasa nyaman. Namun, ia juga tak memungkiri bahwa ia memiliki opsi lain.
Ketika ditanya oleh DAZN pada Sabtu (7/2/), ia malah ogah banyak komentar.
"Apakah kami akan lanjut di masa depan? Jawabannya sama. Saya masih butuh tes lebih dulu, secara pribadi untuk memahami bagaimana kondisi bahu saya, bagaimana sensasi tubuh saya," ujarnya.
"Sebab, ini bukan hanya tentang balapan. Namun, saya merasa cukup baik, dan sedikit demi sedikit kita makin dekat dengan masa depan yang baik," lanjut sembilan kali juara dunia asal Spanyol ini.
Marquez juga memilih merendah meski dijadikan favorit juara dunia musim ini, apalagi Desmosedici GP26 menyajikan performa yang menjanjikan selama tes pramusim di Sepang, Malaysia, 3-5 Februari 2026 lalu.
"Bagi saya, yang berubah (pada musim ini) adalah kita semua memulai dari nol poin. Persaingan lah yang membuat balapan begitu seru. Itulah mengapa disebut MotoGP," ungkap rider berusia 32 tahun ini.
"Balapan selalu berkembang. Kami mencoba menemukan konsep dan level yang berbeda. Persaingan pasti akan terus meningkat, dan ini akan menjadi tahun yang berat," pungkas Marquez.
(Tribunnews.com/Giri)