291 Jemaah Haji Pangkalpinang Ikuti Manasik Nasional 2026, Persiapkan Fisik dan Mental
Asmadi Pandapotan Siregar February 11, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lantunan labaikallahumma labbaik menggema di ruang pertemuan Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (11/2/2026). Ratusan jemaah haji asal Kota Pangkalpinang mengenakan pakaian serba putih, duduk khusyuk mengikuti Manasik Haji Nasional 2026 yang digelar serentak secara virtual di seluruh Indonesia.

Sebanyak 291 jemaah haji Kota Pangkalpinang tercatat akan menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 2026. Para calon tamu Allah tersebut mulai memantapkan kesiapan fisik dan mental melalui rangkaian manasik sebagai bekal penting sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pangkalpinang, Emiliya, mengatakan keberangkatan jemaah haji tahun ini akan dibagi ke dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 7 dan Kloter 9.

"Untuk Kloter 7, jemaah Kota Pangkalpinang akan bergabung dengan jemaah dari Belitung Timur, Belitung, dan Bangka Barat. Sementara Kloter 9 terdiri dari Bangka Barat dan Pangkalpinang," ujar Emiliya kepada Bangkapos.com, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, manasik haji tahun 2026 dilaksanakan sebanyak lima kali, mencakup manasik tingkat nasional dan tingkat Kota Pangkalpinang. Pada hari ini, para jemaah mengikuti manasik nasional yang dipusatkan di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelumnya, manasik tingkat Kota Pangkalpinang telah dimulai sejak Senin (9/2/2026). Kegiatan berlanjut pada Selasa dan Rabu yang digabung dengan manasik nasional. Adapun Kamis dan Jumat dijadwalkan libur, sementara manasik terakhir akan digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026.

"Untuk tingkat kecamatan, manasik sudah dimulai sejak hari Senin. Semua ini kita lakukan dengan satu tujuan utama, agar jemaah haji kita bisa mandiri," kata Emiliya.

Menurutnya, kemandirian jemaah menjadi kunci penting selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dengan pemahaman yang baik sejak manasik, jemaah diharapkan tidak terlalu bergantung pada orang lain saat berada di Makkah dan Madinah.

"Kalau mereka sudah punya ilmu, insyaallah di sana lebih gampang, lebih mandiri, dan ibadahnya lebih khusyuk," ujarnya.

Emiliya juga mengakui, profil jemaah haji tahun 2026 didominasi oleh lansia. Jemaah tertua tercatat berusia 85 tahun. Meski demikian, ia memastikan bahwa banyak pula jemaah berusia produktif, serta jemaah lansia yang didampingi oleh pendamping.

Di antara deretan kursi yang terisi penuh, tampak wajah-wajah serius menyimak materi. Suasana manasik berlangsung tertib, khidmat, dan penuh harap.

Melalui manasik haji ini, para jemaah diharapkan tidak hanya memahami tata cara ibadah secara teknis, tetapi juga siap secara mental dan spiritual. 

"Dengan bekal tersebut, perjalanan ibadah ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah perjalanan batin yang dijalani dengan penuh kesadaran dan kemandirian" tambahnya Emiliya.

Salah seorang jemaah haji Kota Pangkalpinang, Hery Sulistio, mengaku manasik haji memberikan bekal yang sangat penting bagi dirinya dan jemaah lainnya.

"Selama manasik ini, kami dibekali pengetahuan sejak persiapan keberangkatan, apa saja yang harus disiapkan, kemudian ilmu tentang ibadah hajinya, sampai gambaran suasana di sana dan bagaimana menjalaninya," kata Hery.

Ia juga merasakan adanya perbedaan positif dalam pengurusan haji tahun ini, seiring dengan dipisahkannya Kementerian Haji dan Umrah.

"Terasa lebih baik, lebih fokus, dan pengurusannya juga lebih tertata," ujarnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.