TRIBUNBATAM.id - APBD Kota Batam tahun 2026 tercatat sebesar Rp 4.184,42 miliar di sisi pendapatan, lebih kecil dibandingkan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang mencapai Rp 4.695,14 miliar.
Namun, di balik selisih anggaran tersebut, Batam justru unggul dalam komposisi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Data DJPK Kementerian Keuangan, Rabu (11/2/2026) menyatakan, APBD Batam 2026 di sisi pendapatan Rp 4.184,42 miliar.
Sementara sisi belanja Rp 4.299,92 miliar. Selisih antara belanja dengan pendapatan akan ditutupi dari pendapatan lainnya Rp 115,5 miliar.
Sedangkan Kota Makassar mengelola APBD 2026 Rp 4.695,14 miliar sisi pendapatan dan Rp 5.175,14 untuk belanja.
Baik Batam maupun Makassar memiliki APBD terbesar di masing-masing provinsi. Batam terbesar di Kepulauan Riau, sementara APBD 2026 Makassar terbesar di Sulawesi Selatan.
Dari komponen pendapatan, proyeksi PAD Batam lebih tinggi ketimbang Makassar.
Tahun ini, proyeksi PAD Batam sebesar Rp 2.581,77 miliar atau sekitar 61 persen dari total pendapatan.
Sedangkan Makassar sebesar Rp 2.329,14 miliar atau setara 50 persen dari total pendapatan.
Tingginya porsi PAD menunjukkan Batam memiliki tingkat kemandirian fiskal yang lebih kuat dibanding Makassar. Artinya, sebagian besar pembiayaan daerah berasal dari pajak dan retribusi lokal, bukan semata bergantung pada transfer pusat.
Ada perbedaan mendasar di sisi belanja APBD antara Batam dengan Makassar.
Belanja pegawai menempati porsi terbanyak di belanja APBD Batam 2026 yakni Rp 1.852,13 miliar atau 43 persen dari total belanja.
Angka ini lebih besar dari belanja barang dan jasa yakni Rp 1.341,99 miliar atau 31 persen dari total belanja.
Untuk pembangunan atau belanja modal Rp 842,53 miliar atau 20 persen.
Sedangkan Kota Makassar, sisi belanja terbesar berada di belanja barang dan jasa yakni Rp 2.083,24 atau 40 persen dari total belanja.
Sedangkan belanja pegawai Rp 1.902,44 miliar atau setara 37 persen.
| KOMPONEN APBD | BATAM (miliar rupiah) | MAKASSAR (miliar rupiah) |
|---|---|---|
| TOTAL PENDAPATAN | 4.184,42 | 4.695,14 |
| PAD | 2.581,77 | 2.329,14 |
| TKDD | 1.292,50 | 2.018,29 |
| PENDAPATAN LAINNYA | 310,15 | 347,7 |
| TOTAL BELANJA | 4.299,92 | 5.175,14 |
| BELANJA PEGAWAI | 1.852,13 | 1.902,44 |
| BELANJA BARANG DAN JASA | 1.341,99 | 2.083,24 |
| BELANJA MODAL | 842,53 | 975,16 |
| BELANJA LAINNYA | 263,26 | 214,3 |
| PEMBIAYAAN DAERAH | 115,5 | 480 |
Perbandingan ini menunjukkan perbedaan karakter fiskal kedua kota.
Batam mengandalkan PAD sebagai tulang punggung pendapatan, sementara Makassar memiliki struktur belanja yang lebih dominan pada barang dan jasa.(tribunbatam)