Kebakaran Berulang di Taman Tekno Tangsel, Lurah Setu Singgung Dugaan IPAL Tak Memadai
Abdul Rosid February 11, 2026 10:59 PM

 

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Kebakaran di kawasan industri Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, disebut bukan kali pertama terjadi. 

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat sudah tiga kali insiden kebakaran di kawasan tersebut.

Terbaru adalah kebakaran gudang penyimpanan bahan pembuatan racun pembasmi hama milik PT Biotek Saranatama, yang diduga menjadi penyebab pencemaran di Sungai Cisadane.

Lurah Setu, Adhi Mustofa mengatakan, kejadian terbaru itu menambah daftar peristiwa serupa yang sebelumnya juga terjadi di area pergudangan dan industri tersebut.

Baca juga: DLH Tangsel Tak Temukan Izin Lingkungan Gudang Kimia Diduga Cemari Sungai Cisadane

“Dalam satu tahun terakhir, terhitung sejak tahun 2025, setidaknya sudah tiga kali kebakaran di kawasan itu. Hampir setiap tahun memang ada kejadian,” ujar Adhi, saat ditemui di kantor nya, Rabu (11/2/2026).

Ia menilai, peristiwa kebakaran yang berulang perlu menjadi bahan evaluasi bersama, terutama terkait pengawasan dan sistem pengelolaan lingkungan di kawasan industri tersebut.

Sebab Adhi menduga, tidak semua gudang atau perusahaan di Taman Tekno memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. 

Dugaan itu mencuat setelah adanya pencemaran aliran sungai pasca kebakaran terakhir.

“Kalau memang semua punya IPAL dan berfungsi dengan baik, seharusnya pencemaran sungai bisa dihindari atau diminimalkan,” katanya.

Adhi mengakui, tidak semua perusahaan di kawasan itu dapat dipastikan memiliki sistem pengolahan limbah sendiri. 

“Ada perusahaan besar yang sadar SOP, membuat IPAL dan dokumen lingkungannya lengkap. Tapi kemungkinan ada juga yang belum,” ujarnya.

Ia berharap, kejadian kebakaran yang berulang ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh, baik dari sisi keselamatan kerja, sistem pengamanan kebakaran, maupun kepatuhan terhadap aturan lingkungan.

“Kami berharap ada peningkatan pengawasan dan pembenahan sistem, supaya kejadian seperti ini tidak terus berulang dan tidak menimbulkan dampak ke lingkungan maupun masyarakat,” tegasnya.

Sebagai informasi, kawasan Taman Tekno 9 dan 10 sebagian besar berada di wilayah Kelurahan Setu dan dihuni ratusan perusahaan, baik industri maupun pergudangan.

Kawasan yang telah ada sejak tahun 1998 itu memiliki jarak sekitar 7,5 kilometer dari Kantor Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, dan berjarak sekitar 2,2 kilometer dari Kantor DPRD Kota Tangsel.

Selain gudang yang terbakar, di kawasan tersebut total terdapat sebanyak 11 sektor, yang pada masing-masing sektor terdapat puluhan bangunan gedung dua lantai.

Gedung-gedung tersebut seluruhnya dimanfaatkan untuk gudang penyimpanan barang milik perusahaan dari berbagai jenis usaha, bukan untuk permukiman warga.

Masing-masing gedung itu berukuran sekitar 120 meter untuk ukuran terkecil, hingga untuk gudang paling besar berukuran sekitar 3.000 meter per segi.

Sedangkan untuk gedung yang terbakar ukuran bangunannya sekitar 120 meter per segi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.