Siklon Gezani Terjang Madagaskar: 9 Tewas, Kota Toamasina Lumpuh akibat Angin 250 Km/Jam
Febri Prasetyo February 12, 2026 03:12 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Madagaskar kembali berduka setelah siklon Gezani menghantam wilayah pesisir timur pulau tersebut pada Selasa (10/2/2026) malam.

Badai dahsyat ini meninggalkan jejak kehancuran yang mengerikan, menewaskan sedikitnya sembilan orang dan merusak ribuan bangunan di kota pelabuhan Toamasina.

Melansir laporan dari Al Jazeera, siklon Gezani mendarat dengan kekuatan angin yang mencapai puncaknya hingga 250 kilometer/jam.

Kantor Nasional untuk Manajemen Risiko dan Bencana (BNRGC) mengonfirmasi bahwa sembilan korban jiwa jatuh akibat tertimpa bangunan yang runtuh, sementara 19 orang lainnya mengalami luka-luka.

Toamasina, kota terbesar kedua di Madagaskar, dilaporkan mengalami dampak paling parah.

Rekaman drone menunjukkan pemandangan kacau dengan 90 persen atap rumah warga terlepas dan pepohonan tumbang menutup akses jalan.

Baca juga: Prospek Cuaca di Indonesia Periode 23-29 Januari 2026: Bibit Siklon Tropis Mengintai Wilayah Selatan

Ancaman Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Meski embusan angin mulai melemah saat bergerak ke pedalaman, ancaman belum berakhir.

Mengutip pembaruan dari Meteo Madagascar, risiko banjir meluas, banjir bandang, dan tanah longsor sangat tinggi terjadi di dataran tinggi tengah negara tersebut sepanjang hari Rabu (11/2/2026).

Otoritas setempat telah mengeluarkan Peringatan Merah untuk wilayah berikut:

  1. Analanjirofo
  2. Atsinanana
  3. Alaotra Mangoro
  4. Analamanga
  5. Betsiboka

Badai ini juga merusak infrastruktur vital, termasuk 493 ruang kelas, 20 fasilitas kesehatan, serta menyebabkan kerugian besar pada lahan persawahan warga.

Respons Pemerintah dan Konteks Bencana

Pemimpin Madagaskar, Kolonel Michael Randrianirina, dilaporkan telah mengunjungi Toamasina untuk meninjau kerusakan secara langsung.

Penanganan darurat kini menjadi prioritas, mengingat Madagaskar baru saja dihantam Topan Fytia 11 hari sebelumnya yang menewaskan 12 orang.

Dilansir dari pusat prakiraan cuaca CMRS di Reunion, intensitas Siklon Gezani disebut menyaingi Siklon Geralda pada tahun 1994, yang merupakan salah satu badai paling mematikan dalam sejarah satelit di wilayah Samudra Hindia.

Para ahli memperingatkan bahwa perubahan iklim membuat badai tropis menjadi lebih intens dan destruktif, menempatkan negara kepulauan seperti Madagaskar dalam risiko permanen akibat naiknya suhu lautan dan permukaan air laut.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.