TRIBUNTRAVEL.COM - Semarang dikenal sebagai salah satu kota dengan warisan budaya Tionghoa paling kuat di Indonesia yang selalu hidup saat perayaan Imlek.
Setiap tahunnya, ribuan warga dan wisatawan datang untuk berkunjung ke kelenteng bersejarah di Semarang guna berdoa, berburu foto lampion, hingga menikmati suasana festival budaya.
Tidak hanya sebagai tempat ibadah, kelenteng-kelenteng ini juga menjadi destinasi wisata religi dan heritage yang menyimpan kisah ratusan tahun perjalanan komunitas Tionghoa di Semarang.
Arsitektur klasik, ornamen naga, aroma dupa, serta pertunjukan barongsai pada momen-momen tertentu membuat pengalaman Imlek di Semarang terasa otentik dan berbeda dari kota lain.
Baca juga: 3 Tempat Wisata Dekat Kelenteng Sam Poo Kong Semarang untuk Liburan Imlek 2026
Lokasinya yang saling berdekatan juga memudahkan wisatawan menjelajah beberapa kelenteng dalam satu perjalanan.
Nah, bagi traveler yang ingin merasakan nuansa Imlek 2026, berikut rekomendasi 3 kelenteng bersejarah di Semarang yang selalu menjadi favorit pengunjung.
1. Kelenteng Sam Poo Kong
Kelenteng Sam Poo Kong merupakan kelenteng terbesar dan paling ikonik di Kota Semarang yang selalu menjadi pusat perayaan Imlek dan Cap Go Meh setiap tahunnya.
Tempat ibadah bersejarah ini dibangun untuk mengenang Laksamana Cheng Ho, pelaut Muslim dari Tiongkok yang pernah singgah di Semarang pada abad ke-15.
Arsitekturnya sangat megah dengan dominasi warna merah serta ornamen naga raksasa yang membuatnya menjadi salah satu spot wisata budaya paling populer di Jawa Tengah.
Baca juga: Harga Tiket Masuk Blitar Park Terbaru, Cocok untuk Liburan Tahun Baru Imlek
Saat Imlek, area kelenteng dipenuhi ribuan lampion dan pertunjukan barongsai sehingga menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Selain beribadah, pengunjung juga dapat menikmati wisata sejarah, museum, dan area foto bernuansa oriental yang instagramable.
2. Klenteng Tay Kak Sie
Klenteng Tay Kak Sie adalah kelenteng tua yang berada di jantung Pecinan Semarang dan menjadi pusat spiritual masyarakat Tionghoa sejak abad ke-18.
Lokasinya yang berada di Gang Lombok membuat suasana Imlek terasa sangat autentik dengan deretan lampion merah yang memenuhi sepanjang jalan.
Klenteng Tay Kak Sie terkenal sebagai tempat memohon kesehatan, rezeki, dan perlindungan, sehingga selalu dipadati pengunjung saat malam Tahun Baru Imlek.
Arsitektur klasik Tiongkok dengan ukiran kayu detail menjadikannya salah satu objek wisata religi paling bersejarah di Semarang.
Baca juga: Jadwal & Lokasi Pertunjukan Barongsai di Solo untuk Perayaan Imlek 2026
Banyak wisatawan datang untuk merasakan atmosfer tradisi Tionghoa asli yang masih terjaga hingga sekarang.
3. Klenteng See Hoo Kiong
Baca juga: Itinerary Sarapan di Ramu Saji Heritage Bandung Bujet Rp 73 Ribuan, Cuma Buka Sabtu & Minggu
Klenteng See Hoo Kiong termasuk salah satu kelenteng tertua di kawasan Pecinan Semarang yang memiliki nilai sejarah tinggi sejak masa perdagangan Tiongkok kuno.
Bangunannya mempertahankan gaya arsitektur tradisional dengan warna merah tua dan emas yang memberikan nuansa sakral serta tenang.
Saat perayaan Imlek, Klenteng See Hoo Kiong menjadi favorit warga lokal untuk sembahyang karena suasananya lebih khusyuk dibanding kelenteng besar.
Aroma dupa dan lilin raksasa menciptakan pengalaman spiritual khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Bagi wisatawan pecinta heritage, Klenteng See Hoo Kiong cocok untuk mengenal tradisi kepercayaan Tionghoa di Semarang.
Baca juga: Itinerary Kulineran di Sate Kambing Mas Mardi Solo, Makan Lengkap Bujet Rp 100 Ribuan
(TribunTravel.com/mym)