KSDA Cilacap Lepasliarkan Empat Monyet Ekor Panjang ke Cagar Alam Nusakambangan Timur
M Syofri Kurniawan February 12, 2026 06:09 AM

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Empat ekor Monyet Ekor Panjang (MEP) kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan di kawasan Cagar Alam (CA) Nusakambangan Timur, Kabupaten Cilacap, Rabu (11/02/2026).

Pelepasliaran satwa dilindungi di Cagar Alam Nusakambangan Timur ini dilakukan oleh Resor KSDA Wilayah Cilacap sekaligus menjadi bagian dari pendampingan kegiatan mahasiswa pecinta alam di kawasan konservasi tersebut.

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Cilacap, Wahyono Restanto, mengatakan, empat Monyet Ekor Panjang yang dilepasliarkan berasal dari hasil penyerahan masyarakat dan pengamanan petugas.

“Dua ekor MEP jantan merupakan penyerahan dari Damkar Kabupaten Kebumen, satu ekor MEP betina dari Masyarakat Mitra Polhut Pandu Nusa Buana, dan satu ekor betina lainnya hasil pengamanan satwa di Perumahan Setia Budi, Kecamatan Cilacap Utara,” ujar Wahyono.

Ia menjelaskan, sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya di Cagar Alam Nusakambangan Timur, keempat Monyet Ekor Panjang tersebut telah melalui proses observasi dan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisinya layak dilepas.

Empat Monyet Dilepaskan - Petugas Resor KSDA Wilayah Cilacap melepasliarkan empat Monyet Ekor Panjang (MEP) di kawasan Cagar Alam Nusakambangan Timur, Rabu (11/2/2026).
Empat Monyet Dilepaskan - Petugas Resor KSDA Wilayah Cilacap melepasliarkan empat Monyet Ekor Panjang (MEP) di kawasan Cagar Alam Nusakambangan Timur, Rabu (11/2/2026). (TRIBUN JATENG/KSDA Cilacap)

Momentum pelepasliaran satwa liar di Nusakambangan Timur ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lapangan bagi mahasiswa yang tergabung dalam delegasi AWC Segara Anakan 2026 dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Para mahasiswa mendapat pengenalan langsung mengenai ekosistem hutan, serta informasi terkait status dan potensi keanekaragaman hayati yang ada di CA Nusakambangan Timur,” lanjutnya.

Di sela kegiatan, petugas KSDA Cilacap turut memanen data dari camera trap yang terpasang di sekitar Pal 10 sebagai bagian dari upaya pemantauan populasi dan pergerakan satwa liar di dalam kawasan cagar alam.

“Kami juga ambil data dari beberapa camera trap yang sudah dipasang di sekitar kawasan Cagar Alam,” tandas Wahyono.

Selain pelepasliaran Monyet Ekor Panjang dan edukasi mahasiswa, tim KSDA juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang hendak memasuki kawasan CA Nusakambangan Timur mengenai statusnya sebagai kawasan konservasi yang dilindungi dan tidak boleh dimanfaatkan sembarangan.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelestarian Cagar Alam Nusakambangan Timur sebagai habitat alami satwa liar sekaligus laboratorium alam bagi generasi muda yang peduli lingkungan. (Rayka Dioa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.