TRIBUNJATENG,COM, PURWOKERTO - Kegembiraan Yulia Nurul bersama suaminya Muskinul Fuad, warga Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas sebagai pemenang hadiah satu unit mobil Honda Brio dalam undian Jalan Sehat berubah menjadi kekecewaan.
Hingga kini, hadiah mobil tersebut belum juga diterima karena pihak panitia disebut belum melunasi pembayaran ke dealer.
Kekecewaan itu disampaikan suami Yulia, Muskinul Fuad, kepada Tribun Jateng, Selasa (10/2).
Ia mengatakan, sejak pengumuman pemenang, pihaknya belum bisa mengambil mobil yang dijanjikan.
"Ya sampai dengan saat ini belum dapat hadiah itu. Permasalahannya dari pihak panitia belum melunasi ke dealer, jadi mobilnya masih tertahan di dealer sampai sekarang," kata Fuad.
Menurut Fuad, ia masih berkomunikasi dengan panitia. Namun, alasan yang diberikan masih sama, yakni panitia masih berupaya menutup kekurangan pembayaran.
"Panitia ada aja alasannya terus dan masih mencari kekurangan itu," katanya.
Fuad menjelaskan, setelah diumumkan sebagai pemenang, pihak panitia sempat menghubungi Yulia untuk melengkapi administrasi.
Saat itu, panitia meminta data seperti KTP untuk keperluan pendataan.
"Waktu pertama kali diumumkan dapat hadiah mobil, disuruh melengkapi administrasi. Panitia minta KTP buat pendataan," katanya.
Ia juga mengaku sempat menanyakan langsung ke pihak dealer mengenai status mobil tersebut.
Dari situ, ia mengetahui pembayaran dari panitia belum lunas.
"Saya tanya ke pihak dealer, Pak ini kenapa mobil tersebut belum bisa diambil? Terus pihak dealer bilang, ini dari pihak panitia belum melakukan pelunasan," ujarnya.
Fuad mengungkapkan, ia mengikuti undian tersebut dengan membeli satu bendel kupon jalan sehat.
"Saya beli 100 lembar, atau satu bendel. Harga satu tiket Rp2.500," katanya.
Ia berharap panitia segera menuntaskan kewajiban pembayaran hadiah tersebut.
Jika tidak ada kejelasan, ia mengaku siap menempuh jalur hukum.
"Harapannya ya hadiah itu bisa segera diberikan. Kalau tidak, upaya hukum saya akan gugat panitia," ujarnya.
Sebagai informasi, kegiatan Jalan Sehat Semangat Merah Putih merupakan agenda dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Banyumas tahun 2025 lalu.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Panitia HUT ke-80 RI Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan sebuah Event Organizer. Acara jalan sehat berlangsung pada Minggu (24/8/2025) di kawasan Menara Teratai Purwokerto.
Panitia menyiapkan beragam hadiah bagi para peserta. Hadiah utama yang diperebutkan adalah satu unit mobil Honda Brio.
Selain itu, tersedia pula berbagai hadiah lain seperti sepeda motor listrik, sepeda, mesin cuci, kulkas, rice cooker, hingga logam mulia.
Terpisah, Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, menegaskan pihaknya tetap siap bertanggung jawab agar pemenang undian mobil Honda Brio tetap menerima haknya.
"Saya masih komunikasi dengan pemenang, pemenang dapat memahami (posisi saya). Saya berusaha menyelesaikan," tegasnya.
Najmudin mengaku, dalam kegiatan tersebuta ia lalai, percaya dengan pihak pelaksana yang meminjam bendera perusahaannya untuk menggelar acara jalan sehat tersebut.
Menurutnya, nama perusahaannya hanya dipinjam oleh seseorang untuk menyelenggarakan acara tersebut. Semenatra, ia tidak mengetahui teknis kerja sama antara panitia dengan pihak dealer Honda terkait pengadaan hadiah mobil.
"Pelaporan keuangan dari panitia tidak beres. Sampai sekarang tridak ada aliran dana masuk ke rekening saya maupun perusahaan saya," katanya.
Sekda Banyumas: EO sebagai Pelaksana Teknis di Lapangan
Hadiah mobil dari kegiatan jalan sehat dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI di Kabupaten Banyumas belum juga diterima pemenang.
Sekda Banyumas, Agus Nur Hadie, menjelaskan, persoalan tersebut terjadi di pihak event organizer (EO) yang menangani teknis kegiatan.
Menurut Agus, dalam kegiatan peringatan tersebut terdapat berbagai lomba, seperti bulutangkis, catur, paduan suara, menyanyi, hingga jalan sehat.
Setiap kegiatan memiliki penanggung jawab dan EO masing-masing.
"Ada lomba macam-macam di situ, ada bulutangkis, ada catur, ada koor, ada nyanyi, dan sebagainya, termasuk ada jalan sehat. Masing-masing itu kan ada penanggung jawabnya masing-masing, ada EO-nya masing-masing," ujar Agus, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, meski EO menjalin perjanjian dengan pemerintah daerah, pelaksanaan teknis di lapangan menjadi tanggung jawab masing-masing seksi kegiatan.
Agus menambahkan, pemenang hadiah mobil sebenarnya sudah berkomunikasi dengan pihak EO. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak EO mengaku uang pembelian mobil tersebut dibawa kabur oleh pegawainya.
"Sudah ada komunikasi antara pemenang dengan EO-nya. Informasinya EO-nya dibohongi pegawainya, digondol sama pegawainya. Tapi si EO-nya akan tanggung jawab, cuma butuh waktu saja," jelasnya.
Ia juga menyebut, hadiah-hadiah lain dari kegiatan tersebut sudah diserahkan kepada para pemenang. (Permata Putra Sejati)