TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 1.955 Jemaah Calon Haji (JCH) bakal berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Hal itu dibenarkan Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Haji Muhammad Rafi As’ad saat Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi di Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Rabu (11/2/2026), samping kantor Satuan Lalu Lintas Polres Wajo.
Kata dia, jumlah tersebut terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di Kabupaten Wajo. Jumlahnya hampir 2.000 jemaah.
"Alhamdulillah sejarah tercatat di Kabupaten Wajo. Tahun ini jumlahnya hampir dua ribu jemaah. Ini amanah besar bagi kita guna memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah," kata Haji As’ad, yang juga Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone itu pada tribun-timur.com, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, capaian itu merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, termasuk Tim Percepatan Pelayanan Jemaah Haji.
"Tim Percepatan Pelayanan Jemaah Haji dibentuk untuk memastikan seluruh proses administrasi, pelunasan, hingga verifikasi berjalan maksimal," jelasnya.
Lanjut, pihaknya menegaskan pembinaan melalui manasik haji menjadi semakin penting.
"Manasik tak hanya agenda rutin, melainkan proses pembekalan agar jamaah memahami rukun, wajib, dan sunnah haji secara utuh, serta memiliki kesiapan fisik, mental, dan spiritual," tegasnya.
“Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” menjadi tema Haji tahun ini.
Tema ini sebagai komitmen menghadirkan pelayanan inklusif dan berkeadilan, mengingat banyaknya jamaah lanjut usia serta jamaah dengan kebutuhan khusus.
"Tentu persiapan matang dan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Haji dan Umrah, serta pemangku kepentingan, menjadi kunci utama ibadah haji berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jamaah Kabupaten Wajo," katanya.
Sebelumnya, Plt Kasi PHU Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Rafi As'ad menyampaikan perkembangan proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) Jemaah Calon Haji (JCH) tingkat Kabupaten Wajo.
Tahap I maupun tahap II semuanya sudah lunas.
Rinciannya 1.628 di tahap pertama dan 288 tahap kedua.
Total keseluruhan JCH Wajo telah munasi BIPIH berjumlah 1.916 orang
"Jumlah itu bertambah dari kuota Kabupaten Wajo yang sebelumnya hanya 1.901 jemaah. Tambahan tersebut dari mutasi antar Kabupaten dan Provinsi," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com melaui telepon Whatsapp kala dirinya berada di Kabupaten Bone, Kamis (15/1/2026),
Tujuh orang tambahan mutasi antar kabupaten.
Delapan mutasi antar provinsi.
Saat ini, proses administrasi JCH dalam tahap klarifikasi Paspor dan Visa.
"Masih proses klarifikasi kelayakan Paspor. Jadi setelah mereka (Jemaah) punya Paspor maka diharapkan segera melakukan Biometrik atau Biovisa," katanya.
Semua Jemaah harus selesai Biovisa-nya sebelum 8 Februari 2026.
Selain itu, untuk kategori cadangan nanti akan diumumkan setelah seluruh Provinsi di Indonesia melunasi BIPIH.
"Insya Allah nanti diumumkan setelah semua Provinsi dinyatakan lunas BIPIH nya. Jadi misalnya sampai waktu yang ditentukan masih ada yang belum melengkapi administrasi dan pembayaran maka untuk cadangan dikembalikan secara nasional sampai ke tingkat Provinsi," katanya. (*)