Laporan Wartwan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Persib Bandung kalah 3-0 dari Ratchaburi di leg pertama 16 besar AFC Champions League Two. Meski berat, Maung Bandung masih punya peluang membalikkan keadaan saat main di kandang GBLA, 18 Februari 2026, dengan dukungan ribuan Bobotoh.
Persib Bandung mendapatkan jalan yang terjal, untuk bisa lolos ke babak 8 besar AFC Champions League Two.
Pasalnya di leg pertama babak 16 besar, Persib kalah telah dari tim tuan rumah, Ratchaburi FC, dengan skor 3-0, di Thailand, Rabu (11/2/2026).
Dalam laga itu, tim tuan rumah berusaha menekan, membongkar pertahanan tim Maung Bandung sejak menit awal, namun Federico Barba dan kawan-kawan masih bisa memutus serangannya.
Tapi setelahnya Persib melakukan serangan, lalu Ratchaburi balik menyerang, ketika pertandingan baru berjalan 5 menit, Persib kecolongan.
Baca juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Persib Bandung VS Ratchaburi FC: Kurzawa dan Castel Bisa Debut
Denilson yang menerima umpan crossing di dalam kotak penalti, lepas dari kawalan para pemain Persib, tapi ia hanya menyodorkan bola kepada Tana. Tana langsung melepaskan tembakan, dan bola bersarang di gawang Teja Paku Alam. Alhasil Persib harus tertinggal gol, dan skor menjadi 1-0.
Ratchaburi yang unggul satu gol, tetap tak menurunkan tensi srangannya, Persib terlihat belum nyaman bermain.
Di menit 24 permainan Persib mulai jauh berkembang, menebar ancaman untuk menyamakan kedudukan. Berawal Berguinho yang memberikan umpan terobosan kepada Frans Putros, yang langsung menyodorkan umpan crossing, dan Bola berhasil ditanduk Uilliam Barros. Sayang bola yang mengarah ke gawang masih bisa ditahan penjaga gawang Ratchaburi, Kampon.
Berselang satu menit Luciano "Lucho" Guaycochea, hampir saja menjebol gawang Kampon. Sayang, bola yang ditembaknya di luar kotak penalti, masih membentur tiang gawang.
Di menit 26, giliran Berguinho yang mengancam yang memanfaatkan umpan dari Andrew Jung, sayang bola yang disepak Berguinho masih sedikit melebar.
Di menit 31 kerjasama Barros dan Thom Haye berhasil menembus pertahanan, Raychaburi, sayang bola yang yang dilakukan Barros, masih tepat di pelukan Kampon.
Tak hanya Persib yang menebar ancaman, Ratchaburi juga sempat mendapat peluang emas, untungnya Barba melakukan penyelamatan dengan menggunakan kepalanya di menit 40. Bola yang melesat keras yang disepak Denilson, mengarah ke gawang Teja intinya dihadang oleh Barba hingga terpental.
Meski kedua tim sempat mendapat peluang, tapi tak ada gol kembali yang tercipta, hingga akhir babak pertama, dan skor tetap 1-0.
Di babak kedua Persib Bandung yang mencoba menyamakan kedudukan, malah kembali kebobolan di menit 53, Jakkapan yang mampu melewati Jung, langsung melepaskan crossing ke mulut gawang.
Donatien Kupa yang berdiri tanpa kawalan, mampu menyambut bola dengan sundulannya, bola sempat tertahan oleh Teja, tapi sayang bola masih bersarang di gawang ya, dan skor menjadi 2-0.
Setelah tertinggal dua gol, Persib menyikapinya dengan melakukan penyegaran pemain di lini tengah dan depan, Lucho, Berguinho, dan Andrew Jung, digantikan Adam Alis, Saddil Ramdhani, dan Sergio Castel.
Dengan pergantian tersebut, Persib semakin gencar melakukan serangan- demi serangan, hingga mendapat beberapa peluang.
Dalam laga ini tak hanya Castel pemain anyar Persib yang diturunkan, Layfin Kurzawa juga diturunkan menggantikan Dewangga di sisi kiri pertahanan Persib.
Namun, sayang meski Persib lebih banyak menyerang dan mendapat peluang, pergerakan pemain Ratcahburi, kembali mematikan.
Di menit 85 lagi-lagi gawang Teja dijebol kembali oleh Tana, ia langsung berhadapan dengan Teja setelah mendapat umpan matang di dalam kotak penalti dari Gleyson. Dengan percaya diri Tana, menyepak bola hingga bersarang di gawang Teja, alhasil skor menjadi 3-0.
Sebelum berakhirnya laga, Ratchaburi hampir kembali memperbesar keunggulannya, melalui serangan balik. Teja yang mencoba mengadang pergerakan, sudah terlewat, Untung Eliano berhasil menahan bola sepakan dari Adisorn, yang mengarah ke gawang.
Hingga akhir laga skor tak berubah, meski Persib mendapat banyak peluang emas, tapi sayang tak ada yang berbuah gol, akhirnya Persib harus mengakui keunggulan Ratcahburi dengan skor 3-0.
Dengan hasil itu, jalan terjal harus dilawati Persib saat berlaga di leg kedua, tapi bukan hal yang mustahil, Persib bisa melewatinya untuk masuk ke babak selanjutnya pada ACL-2.
Tentunya untuk bisa lolos ke babak selanjutnya, Persib harus bisa mengalahkan Ratchaburi, minimal 4 gol, saat berlaga di Stadion GBLA, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026).
Walau berat, bukan hal yang mustahil Persib bisa membalikan keadaan, saat berlaga di kandang dengan dukungan Bobotoh yang memadati stadion, menciptakan atmosfer yang membakar semangat para pemain tim Maung Bandung, dan menjatuhkan mental lawan.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengaku performa timnya tidak dalam kondisi yang bagus, dalam 10 menit pertama timnya sudah kebobolan.
"Setelah itu, perlahan kami mulai bangkit, punya peluang tapi kami tidak bisa memanfaatkan peluang itu. Beberapa peluang sangat bagus, mengenai tiang, dan ada beberapa kesempatan lainnya, tapi kami tidak mencetak gol," kata Bojan, setelah laga.
Sedangkan di babak kedua, menurut Bojan, timnya kalah di lini tengah karena setiap bola kedua mereka yang memenangkan.
"Setelah melakukan pergantian pemain, kami mencoba sesuatu yang berbeda. Tapi kami tahu mereka berbahaya dalam serangan balik, dan kami tidak cukup hati-hati," ujar Bojan.
Menurut Bojan, ini merupakan satu pertandingan yang buruk baginya karena cuaca juga berbeda, cuacanya menyulitkan bagi pihaknya.
"Tapi pada akhirnya, mereka memang lebih baik hari ini, saya merasa menyesal karena begitu banyak suporter (Persib) yang datang dan menciptakan atmosfer luar biasa, tetapi sayangnya hari ini mereka adalah tim yang lebih baik," kata dia.
Di babak kedua, Bojan, menurunkan pemain anyarnya, Sergio Castel dan Layfin Kurzawa, menurutnya mereka butuh waktu untuk menyatu dengan pemain lainnya.
"Tapi keduanya punya potensi untuk bermain di starting eleven, dan pasti bisa membantu di liga," kata dia.
Masalahnya, menurut Bojan, level di sini lebih tinggi dibandingkan liga Indonesia, dan tidak mudah bermain di level ini, jadi kadang memang harus naik level.
"Saya pikir di babak pertama, selain gol yang kami kebobolan, kami bermain cukup bagus. Di babak kedua, alasan utamanya adalah cuaca di sini panas. Anda lebih banyak berkeringat, kehilangan energi lebih banyak, dan itu menjadi keuntungan bagi tim tuan rumah," ujarnya.
Tapi sebaliknya, menurut Bojan, saat bermain di Bandung, mereka akan kesulitan dengan cuaca.
"Hal yang sama juga akan terjadi ketika mereka datang ke Bandung, itu akan sulit bagi mereka. Dalam laga tadi, terlalu terbuka dan kalah lini tengah. Kami punya peluang ketika menyerang lewat sayap, di situlah kami menciptakan banyak peluang. Tapi masalahnya kami tidak mencetak gol," tuturnya.
Ini, menurut Bojan, selalu menjadi masalah penyelesaian akhir, tapi Jung sudah kembali, Sergio pemain baru, dan Raman juga kembali setelah cedera.
"Setelah mereka menjalani persiapan satu minggu penuh, tentu mereka akan siap untuk pertandingan kedua. Kita lihat nanti, saya harap mereka akan lebih tajam," ujar Bojan.
Bojan meminta maaf kepada Bobotoh atas kekalahan di laga tandang kali ini.
"Saya merasa menyesal untuk mereka (Bobotoh) karena banyak yang datang jauh-jauh ke sini (Thailand). Itu tidak mudah bagi mereka, dan tentu mereka selalu memberikan energi tambahan," katanya.
Hari ini menurut Bojan, timnya tidak tampil di level yang seharusnya, jadi dirinya minta maaf kepada suporter yang sudah datang.
"Tentu saja dukungan mereka (Bobotoh) sangat memotivasi kami. Kami harus tampil lebih baik," ujar Bojan.
Bojan mengungkapkan, dalam sepak bola, segala sesuatu mungkin terjadi, jika timnya mencetak gol di babak pertama, punya dua atau tiga peluang yang sangat bagus.
"Jika bola yang membentur tiang itu masuk, ceritanya bisa berbeda. Namun, sepak bola adalah tentang mencetak gol, kami harus lebih baik. Tapi, saya pikir kami masih punya 90 menit lagi, saya selalu percaya bahwa dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi," ucapnya. (*)