selalu.id - Kepergian Adi Sutarwijono atau Awi, meninggalkan kesan mendalam bagi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Di mata Eri, almarhum bukan hanya Ketua DPRD Surabaya, tetapi juga figur pengayom yang menjaga harmonisasi politik di Kota Pahlawan.
Eri menilai hubungan yang solid antara Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD selama ini tidak lepas dari peran Awi dalam merangkul semua golongan.
Ia menyebut, almarhum mampu menanggalkan sekat partai politik ketika berbicara tentang kepentingan warga.
“Mas Adi punya dedikasi luar biasa. Beliau pemimpin yang bijak. Tidak melihat saya dari mana, tetapi menggabungkan semua orang di DPRD dari semua partai untuk memberikan yang terbaik bagi warga Surabaya,” ujar Eri, saat Takziah di Grand Heaven, Rabu (12/2/2026).
Menurutnya, Awi adalah sosok pemimpin yang mampu memosisikan diri sebagai kakak bagi semua pihak. Sikapnya yang pengayom, membuat dinamika politik di Surabaya tetap sejuk dan kondusif.
Salah satu hal yang paling membekas bagi Eri adalah pesan tentang kesabaran. Ia mengenang ketenangan almarhum saat menghadapi fitnah maupun persoalan.
“Satu yang saya pelajari dari beliau adalah kesabarannya. Beliau pernah berkata, ‘Ketika kita disakiti, ketika kita tidak berbuat apa-apa tapi dituduh, biarlah Tuhan yang membalas’,” tutur Eri.
Upacara Penghormatan Terakhir untuk Adi Sutarwijono Digelar Besok Siang
Pesan tersebut, lanjutnya, menjadi pegangan bahwa kebaikan dan kebenaran pada akhirnya akan menemukan jalannya.
Dalam kesempatan itu, Eri juga menitipkan pesan kepada anak-anak almarhum agar menjadi penguat bagi sang ibu. “Saya pesankan kepada anak-anaknya untuk menguatkan ibunya. Hari ini tentu beliau merasa kehilangan pendamping hidup, maka putra-putrinya harus menjadi penguat,” katanya.
Mewakili keluarga, Eri turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila semasa hidup almarhum terdapat kekhilafan.
“Kami berdoa semoga Mas Adi diberikan tempat paling mulia di sisi Tuhan,” ucapnya.