Adab Makan Sahur dan Buka Puasa di Ramadan 2026, UAS Ingatkan Tentang Barokah
M.Risman Noor February 12, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebelum melaksanakan puasa Ramadan 2026, hendaknya bersahur terlebih dahulu.

Sahur bukan hanya untuk mengisi perut, melainkan juga merupakan ibadah memasuki Ramadan 1447 Hijriah.

Begitu juga berbuka puasa. Tak hanya mengisi perut setelah seharian dikosongkan.

Melainkan ada nilai ibadah dalam sebuah kegiatan berbuka puasa saat Ramadan 2026 tiba.

Baca juga: Jadwal Libur Puasa Ramadan dan Lebaran 2026, Cek Cuti Bersama Idulfitri 1447 Hijriah

Baca juga: Asyiknya Belajar Bahasa Inggris Bersama Besty, Sistem Fleksibel agar Peserta Tidak Bosan

Sekitar seminggu lagi menuju bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah. 

Ustadz Abdul Somad menjelaskan adab sahur dan berbuka puasa sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.

Bulan Ramadhan tak terlepas dari satu ibadah khusus bersifat wajib yakni puasa.

Lantas bagaimana adab sahur dan berbuka puasa sesuai ajaran Rasulullah SAW?

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, ada di antara sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW yakni menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan sahur.

"Apa hikmah dibalik ibadah ini? Bahwa ibadah puasa buka berlomba lama-lama lapar. Ketika ada orang berpuasa yang menyambung satu hari dengan hari berikutnya, justru tidak diterima oleh Allah SWT," jelas Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube VDVC religi.

Ditambahkannya, yang paling baik adalah menyegerakan berbuka. Meski harus segera buka, namun tetap setelah masuk waktu maghrib.

Baca juga: Jokowi Kembali Diperiksa di Mapolresta Solo, Terkait Tudingan Ijazah Palsu UGM

Tepatnya setelah kumandang adzan magrib langsung membatalkan puasa atau berbuka disertai mengucap Bismillahirrahmanirrahim.

Makanan saat berbuka yang baik adalah makanan yang manis, Ustadz Abdul Somad mengatakan hal ini karena perut telah kosong atau kering selama belasan jam.

Makanan manis juga sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW yang tak lain adalah kurma.

"Dengan menyegerakan berbuka kita sudah menyediakan hak kepada tubuh, termasuk berbuka tepat pada waktunya," ujarnya.

Sementara sebelum memulai puasa, disunnahkan kepada umat muslim untuk melakukan sahur.

"Di dalam sahur terdapat barokah, andai ada yang tidak bisa bersahur minimal minum seteguk untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW," terangnya.

Sahur hendaknya dilakukan hingga waktu akhir sebelum fajar terbit atau waktu subuh tiba. Namun sebelum memasuki adzan subuh umumnya ada waktu imsak.

Baca juga: Tak Terima Diselingkuhi, Seorang Pria Aniaya Mahasiswi, Barang Berharga Korban Diambil

Imsakiyah adalah pertanda menjelang terbit fajar, hal ini menunjukkan agar berhati-hati dan segera bersiap mengakhiri sahur.

"Fajar Shodiq telah terbit maka tidak ada lagi waktu untuk makan, tapi mengakhirkan beberapa detik menit sebelum adzan amat sangat baik," pungkasnya.

Doa Berbuka Puasa

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, ada dua versi doa buka puasa yang kerap dibaca umat muslim.

Doa tersebut adalah sebagai berikut:

Doa 1

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Artinya: "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."


Doa 2

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Artinya: “Hilanglah dahaga, basahlah tenggorokan-tenggorokan, dan telah ada pahala, insyaAllah.”

"Kedua-duanya boleh dipakai. Yang ngomong bukan Ustadz Somad tapi Syaikh Ibnu Utsaimin Ulama Saudi Arabia," terang Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Ustadz Menjawab.

Baca juga: FUGO Hotel Banjarmasin Hadirkan Blooming Oasis Iftar Ramadan, Begini Perjalanan Rasanya

Ustadz Abdul Somad menambahkan, meski hadistnya dhoif atau lemah tetap boleh dipakai.

Hadits dhoif tersebut boleh digunakan bila cukup 5 syarat, pertama bukan masalah akidah tauhid.

Poin kedua bukan masalah halal haram, poin ketiga tidak terkait dengan riwayat kazab pendusta.

"Keempat masih bernaung di bawah hadist shahih dan kelima sebagai motivasi beramal, maka boleh dipakai," ujarnya.

Satu dari dua hadist tersebut yang dhoif adalah

للّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ


Meski statusnya lemah, Ustadz Abdul Somad mengimbau untuk tak memperdebatkan hal tersebut. Bagi yang ingin membaca dibolehkan bagi yang membaca doa versi yang lain juga dibolehkan.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.