Gubernur Lepas Ribuan Peserta Pawai Tarhib Bundaran Besar Palangka Raya, Gembira Sambut Ramadan 2026
Haryanto February 12, 2026 12:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Ribuan peserta dari berbagai sekolah, organisasi, hingga majelis taklim memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (12/2/2026) pagi. 

Mereka mengikuti Pawai Tarhib dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Sejak pagi, suasana sudah terasa semarak. Para pelajar berjalan beriringan mengenakan busana muslim, sebagian membawa replika miniatur masjid, Al-Qur’an berukuran besar, hingga ornamen bulan sabit dan kaligrafi. 

Tak sedikit mobil hias yang tampil mencolok dengan dekorasi bernuansa Islami lengkap dengan pengeras suara yang mengumandangkan selawat dan lagu religi.

Sepanjang rute pawai, warga terlihat berdiri di tepi jalan menyaksikan rombongan peserta yang melintas. 

Baca juga: Aturan Ramadan 2026, Pengamat Ekonomi: Konsistensi Regulasi, Penyesuaian Strategi Bisnis

Beberapa di antaranya mengabadikan momen menggunakan telepon genggam, sementara peserta pawai menampilkan yel-yel, iringan musik religi, dan melambaikan tangan kepada rombongan peserta yang melintas.

Pawai dimulai dari kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, kemudian melintasi Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, dan berakhir di kawasan samping SMPN 2 Palangka Raya.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang turut membuka kegiatan tersebut mengatakan pawai tarhib menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut Ramadan.

“Ini salah satu bentuk syukur dan kegembiraan kita menyambut datangnya Ramadan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Melalui pawai ini, kita harapkan semakin mempererat silaturahmi, kebersamaan, serta ukhuwah antar umat muslim dan antar umat beragama di Kalimantan Tengah,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum menjaga nilai persatuan dan semangat kebersamaan.

“Mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk terus menghidupkan semangat Huma Betang dalam bingkai NKRI, sebagai fondasi utama membangun Kalteng,” tegasnya.

Tak hanya pawai, kegiatan ini juga diramaikan dengan sejumlah kategori lomba, mulai dari peserta jalan kaki tingkat pelajar hingga mobil hias umum dan perwakilan masjid atau musala. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.