TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tingkat /pengangguran terbuka (TPT) di Kota Denpasar menunjukkan penurunan signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran yang tercatat sebesar 2,11 persen pada tahun 2024, menyusut menjadi 1,41 persen pada tahun 2025.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi (DTKSK) Kota Denpasar, I Gusti Ayu Ngurah Raini menjelaskan bahwa angka ini merupakan hasil perhitungan resmi BPS melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis pada Agustus 2025.
Baca juga: TERUNGKAP Biaya Pernikahan sampai Metatah Rp 15 Juta di PHDI Badung, Ini Komentar Nyoman Kenak
"Data pengangguran terbuka dihitung oleh BPS, terakhir berdasarkan Sakernas Agustus 2025. Angka TPT Denpasar turun dari 2,11 persen pada 2024 menjadi 1,41 persen di 2025," ujar Raini, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menyebut, penurunan angka pengangguran ini tidak lepas dari strategi Pemerintah Kota Denpasar dalam memperluas akses tenaga kerja terhadap peluang pekerjaan.
Baca juga: KEGELISAHAN Sang Istri di Denpasar Terjawab, Suami Ditemukan Meninggal di Nusa Penida
Raini memaparkan bahwa pihaknya fokus pada penguatan informasi pasar kerja, pelaksanaan bursa kerja (job fair) secara rutin, serta kolaborasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Namun, menurutnya membuka lowongan saja tidak cukup.
DTKSK juga berkonsentrasi pada penyiapan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Calon tenaga kerja dibekali dengan pelatihan berbasis sertifikasi kompetensi agar sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri saat ini.
"Kami tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan melalui job fair, tetapi juga menyiapkan SDM yang kompeten melalui pelatihan bersertifikat agar bisa langsung mengisi lowongan yang tersedia," paparnya.
Terkait efektivitas bursa kerja, Raini mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, tingkat serapan tenaga kerja dari kegiatan job fair tercatat mencapai 43 persen.
Meskipun angka ini masih berada di bawah target minimal 50 persen, Raini menekankan bahwa data tersebut bersifat dinamis.
Proses rekrutmen perusahaan sering kali memakan waktu hingga beberapa bulan setelah pelaksanaan job fair, dan lowongan biasanya tetap dibuka hingga posisi benar-benar terisi.
"Serapan tenaga kerja tidak stagnan, karena lowongan tetap aktif sampai terisi. Saat ini kemungkinan angkanya sudah lebih tinggi dari 43 persen," jelas Raini optimis.
Ke depan, DTKSK Denpasar akan terus mendorong sinergi lintas sektor.
Hal ini dilakukan guna meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kerja, sehingga tren penurunan tingkat pengangguran di Denpasar dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan. (*)