Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Harga komoditi cabai caplak atau cabai artan di Bandar Lampung terpantau meroket Rp 72 ribu per kilogram.
Juliadi (34) salah satu pedagang di Pasar Smep mengatakan, kenaikan harga cabai caplak ini terjadi sejak seminggu terakhir.
"Jadi sejak minggu lalu sampai sekarang harganya masih Rp 72 ribu per kg, kalau sebelumnya Rp 35 ribu per kg," kata Juliadi, Rabu (11/2/2026).
Dikatakannya, harga cabai tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 37 ribu atau kenaikannya mencapai 100 persen lebih.
Sementara itu, cabai jengki dari harga Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu, cabai merah menjadi Rp 38 ribu per kg dari Rp 35 ribu.
Baca Juga Cabai hingga Emas Picu Inflasi di Lampung pada Desember 2025
Untuk pasokan, Juliadi menyebut masih lancar dan dipasok dari Pulau Jawa.
Selain cabai, komoditas yang mengalami kenaikan yakni ayam potong, naik Rp 500 per kg.
"Ayam potong per kg baik Rp 500, kenaikan itu sejak 4 hari lalu secara berturut-turut. Harga ayam per kg tanpa kepala dan kaki Rp 45 ribu," kata Jumalan, pedagang ayam di Pasar Smep.
Ayam per ekornya mencapai Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per ekor tergantung besar kecilnya ayam tersebut.
"Kalau harga normalnya ayam potong tersebut Rp 40-45 ribu sebelumnya," ujar Jumalan.
Dikatakannya, harga tersebut bisa naik lagi menjelang Ramadan.
Pihaknya bersyukur pasokan aman hanya harganya saja yang mahal.
"Ada kenaikan dari sananya dan kita ikuti saja, kalau naik harga yang dagang enak jualannya. Harga ayam mahal di sana sini, kalau ayam murah lebih down lagi tawarnya," ucap Jumalan.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)