BANGKAPOS.COM - Pengalaman pahit pernah dialami Kapolres Lamongan, Jawa Timur, AKBP Arif Fazlurrahman.
Jauh sebelum menjabat pimpinan di wilayahnya saat ini, ia mengaku pernah diperlakukan tidak serius oleh oknum petugas polsek ketika melaporkan kehilangan sepeda.
Tanpa menyebut identitas sebagai perwira polisi, laporannya justru direspons dengan pertanyaan soal harga barang yang hilang hingga memicu emosinya.
Kisah yang diungkap langsung melalui media sosial ini kembali viral dan menyeret perhatian publik pada sosok AKBP Arif, termasuk rekam jejak karier dan total harta kekayaannya yang tercatat mencapai Rp3,5 miliar.
Baca juga: Kabar Baik untuk Buruh! Lebaran 2026 Bisa WFA, Gaji Tetap Cair dan Tak Potong Cuti
AKBP Arif Fazlurrahman lahir di Jakarta pada 9 Juni 1984.
Jauh sebelum menjadi Kapolres Lamongan, Arif menempuh Pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol).
Ia lulus dari Akpol dengan menduduki peringkat ke-65 dari 250 orang dalam satu angkatan.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kapolres Blitar Kabupaten. Arif menggantikan AKBP Agus Dwi Suryanto yang dimutasi menjadi Kabag Dalpers Biro SDM Polda Jawa Timur.
Sebelum masuk Akpol pada 2002, Arif mengaku bahwa ia sebenarnya tidak tertarik menjadi polisi.
Di mata Arif, polisi merupakan sosok yang menyeramkan sehingga ia lebih bercita-cita menjadi dokter.
Namun, saat Arif duduk di kelas 3 SMA, sang ayah mengajaknya berdiskusi mengenai karier di kepolisian.
Akhirnya, ia memutuskan masuk Akpol sebagai polisi karier untuk dididik sebagai kader pimpinan Polri.
"Saya diajak diskusi oleh orangtua saya, ditawari mau enggak jadi polisi? Ini masuknya Akpol. Ini polisinya polisi karier, nanti dididik sebagai kader pimpinan di kepolisian. Hingga akhirnya orangtua meyakinkan saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti keinginannya," kata Arif, dikutip Kompas.com.
Dalam proses seleksi Akpol, Arif menurunkan berat badan hingga 15 kilogram dalam sebulan dan berhasil lolos peringkat terbaik dari sekitar 1.200 peserta se-Indonesia.
"Ya, secara fisik sebenarnya saya waktu itu kurang memadai. Lebih memadai kakak saya, tapi secara akademik saya unggul. Saya juga aktif dalam OSIS, berorganisasi, dan bahkan saat sekolah saya kerap kali mewakili berbagai lomba Olimpiade, salah satunya fisika," ungkapnya.
Setelah lulus dari Akpol, Arif memulai kariernya di Korps Bhayangkara sebagai Perwira Pertama (Pama) di Polwil Kediri Polda Jatim.
Kemudian, ia dipindahugaskan ke Polres Tulung Agung, Gorontalo, dan pada Desember 2013 ditempatkan di Polda Metro Jaya sebagai PAUR I Subbag Renminops Bag Binops Ops.
Kariernya berlanjut dengan menjabat Kasubag Pangkat Bag Binkar Biro SDM Polda Metro Jaya pada 2016 sebelum akhirnya dipercaya menjadi Kapolsek Kelapa Gading pada Juli 2017.
Selain itu, Arif juga pernah mengemban tugas sebagai Kasat Lantas Polrestabes Surabaya hingga Januari 2025.
Arif selanjutnya menjabat Kapolres Blitar Kabupaten dan kini resmi menduduki posisi baru sebagai Kapolres Lamongan.
Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Arif terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 27 Januari 2026/Periodik - 2025.
Adapun total harta kekayaan AKBP Arif Fazlurrahman tercatat sebesar Rp. 3.583.216.944 atau sekitar Rp 3,5 miliar.
DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 2.792.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 176 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.016.000.000
2. Tanah Seluas 1.856 m2 di KAB / KOTA TULUNGAGUNG, HASIL SENDIRI Rp. 406.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 268 m2/170 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, Rp. 1.370.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 300.000.000
1. MOBIL, MAZDA MINIBUS Tahun 2020, HASIL SENDIRI Rp. 300.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 6.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 485.216.944
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 3.583.216.944
III. UTANG Rp. ----
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 3.583.216.944
(Tribunlampung/Tribunnews/Bangkapos.com)