SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kios-kios yang berada di lantai dua Pasar Plaju mayoritas tutup. Kondisi ini sudah berangsur sudah lama.
Pedagang memilih untuk pindah hingga gulung tikar akibat sepinya pembeli di pasar tersebut.
Suman, salah satu pedagang baju yang masih bertahan, mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat di pasar tersebut saat ini hanya terfokus pada kebutuhan pokok di lantai dasar.
"Banyak pedagang yang pindah, bahkan ada yang sampai gulung tikar karena sepinya pembeli. Selain itu, harga sewa ruko di sini juga dirasa cukup mahal," ujar Suman.
Ia mengaku tetap bertahan karena terbatasnya pilihan lokasi berjualan di tempat lain yang juga mengalami kelesuan serupa.
Pasar Modern Plaju sebenarnya memiliki konsep unik yakni memanjakan keluarga dengan menghadirkan wahana permainan seperti mandi bola di lantai dua.
Tujuannya agar para suami dapat menjaga anak dengan nyaman saat istri berbelanja.
Irwan, salah satu pengunjung yang tengah memanfaatkan fasilitas bermain anak, menyayangkan kondisi pasar yang tidak terkelola dengan optimal.
"Fasilitasnya sudah ada, tapi seolah tidak diolah dengan baik sehingga beberapa bagian terlihat terbengkalai. Padahal konsep 'Ibu belanja, ayah jaga anak' ini bagus jika didukung promosi dan ide baru," tutur Irwan.
Menurunnya tren belanja offline (tatap muka) dinilai menjadi salah satu faktor utama sepinya aktivitas pasar.
Warga dan pedagang berharap Pemerintah Kota Palembang segera turun tangan mencarikan solusi untuk mengembalikan eksistensi Pasar Modern Plaju.