SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, permintaan kue lapis di Kota Palembang mengalami peningkatan signifikan.
Sebagai kuliner khas yang wajib hadir saat perayaan, kue ini diyakini oleh etnis Tionghoa sebagai simbol harapan akan rezeki dan kemakmuran yang datang berlapis-lapis.
Carolina, pemilik kedai kue dan parsel House of Merich, mengungkapkan bahwa lonjakan pesanan sudah mulai terasa sejak pekan ini.
Saat ini, rumah produksinya mampu memproduksi 30 hingga 40 loyang kue lapis per hari untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
"Kalau sekarang sudah mulai ada peningkatan karena sudah mendekati Imlek, biasanya akan naik lagi kalau H-3 dan H-2. Bukan dari Palembang saja asa juga yang pesan dari Jakarta," katanya saat dijumpai, Kamis (12/2/2026).
Ragam kue lapis yang dipesan diantaranya, lapis nanas, lapis keju, lapis Palembang, maksuba, dan kue lapis dengan taburan plum.
"Kue lapis ini memiliki filosofi rejeki dan kemakmuran yang berlapis-lapis, yang sering dipesan diataranya adalah lapis Palembang dan lapis plum. Rata-rata orang Tionghoa sukanya yang ada taburan plum, plum melambangkan kemewahan, " katanya.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kue lapis adalah kuning telur, susu, mentega. Setelah bahan tercampur kemudian dimasukkan ke oven selama 30 menit sampai adonan mengembang.
"Bahan utamanya telur, susu dan mentega. Telurnya kami hitungannya per gram an. Untuk kue lapis plum, kalau semua bahan sudah dimixer dimasukkan ke dalam oven hingga berubah warna dan mengembang. Plum ditaburi saat keluar dari oven, " katanya.
Untuk harganya, kue basah ini dijual dengan kisaran harga Rp 285 ribu sampai Rp 395 ribu tergantung pesanan pelanggan. Selain kue basah, ia juga membuat beragam kue kering.