Pertahanan Era Carrick Lebih Solid, Maguire Ungkap Kelemahan Ruben Amorim di MU
Ndaru Wijayanto February 12, 2026 06:29 PM

TRIBUNJATIM.COM – Bek Manchester United, Harry Maguire, mengungkap faktor yang membuat timnya tampil inkonsisten saat masih dilatih Ruben Amorim. 

Setan Merah kini tengah menikmati tren positif bersama pelatih interim Michael Carrick. 

Sejak menggantikan Amorim yang dipecat, Manchester United bersama Carrick mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima laga terakhir Liga Inggris 2025-2026.

Catatan tersebut jauh lebih baik dibandingkan performa tim dalam lima pertandingan terakhir di bawah Amorim.

Saat itu, pelatih asal Portugal tersebut hanya mampu mempersembahkan satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.

Kebangkitan performa membuat United kembali bersaing di papan atas dan menembus empat besar klasemen sementara.

Masalah di Organisasi Pertahanan

Dalam wawancaranya yang dikutip dari Metro UK, Maguire menilai persoalan utama tim di era Amorim terletak pada lemahnya organisasi pertahanan, khususnya saat menghadapi tekanan di dalam kotak penalti.

Menurut Maguire, perubahan signifikan terjadi setelah Carrick datang dan langsung membenahi sistem bertahan tim.

Terbukti di lima laga terakhirnya, pertahanan yang digalang Maguire dan rekan-rekannya sulit dibongkar oleh lawan.

Tak hanya saat bertahan, permainan tanpa bola Man United juga meningkat dan membuat mereka sulit terkalahkan.

"Saya pikir kami nyaman mendominasi dengan bola tetapi juga tanpa bola dan juga menjadi ancaman," kata Maguire

Ia mencontohkan kemenangan atas Manchester City sebagai salah satu bukti peningkatan performa bertahan tim.

"Kami unggul terlebih dahulu melawan Manchester City, dan kemudian kami senang bisa meredam sedikit tekanan dan merasa nyaman dalam mempertahankan kotak penalti kami."

"Saya rasa itulah hal utama yang membaik dalam tiga laga terakhir (Man City, Arsenal, Tottenham Fulham). Kami bertahan di kotak penalti dengan jauh lebih baik."

"Sebelumnya (di era Amorim) pertahanan kami di kotak penalti jauh dari cukup baik, setiap kali bola masuk ke kotak penalti, mereka selalu punya peluang."

"Namun dalam tiga pertandingan terakhir, urgensinya jauh lebih besar."

"Bukan hanya dari para pemain bertahan, tetapi juga dari para gelandang," pungkasnya.

Di bawah arahan Carrick, penampilan Man United saat bertahan terbilang apik dengan kebobolan lima gol saja dari lima laga.

Catatan ini tak hanya berkat Carrick saja, melainkan juga karena kehadiran Steve Holland di staf kepelatihannya.

Holland dulunya dikenal sebagai asisten pelatih-pelatih yang punya gaya bermain bertahan solid.

Tercatat dia pernah menjadi asisten Jose Mourinho, Roberto Di Matteo, Antonio Conte, hingga Gareth Southgate.

Keempat pelatih itu memiliki gaya bermain yang mirip, yakni mengedepankan pertahanan solid dan memanfaatkan serangan cepat untuk membongkar pertahanan lawan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.