POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Deretan buah-buahan beraneka warna tersusun rapi di etalase kayu. Diatasnya Tergantung spanduk bertuliskan Toko Buah Roisul Umam yang berada di Jl. Sriwijaya, Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kamis (12/2/2026).
Warna merah, jingga dan kuning buah mendominasi pandangan. Perpaduan ini menciptakan suasana khas menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Aroma buah segar menyeruak ke hidung. Suara plastik kemasan menjadi latar yang menghidupkan suasana.
Satu di antara pembeli yang datang memilih buah dengan teliti. Mereka memutar buah di telapak tangan, memperhatikan warna, tekstur hingga memastikan tidak ada bagian yang busuk.
Jeruk mandarin, apel merah, pir dan anggur menjadi beberapa jenis buah yang paling mencuri perhatian. Buah-buahan tersebut ditata rapi oleh seseorang yang berdiri melayani.
Di balik rak, Choirul Umam sibuk melayani pembeli yang datang. Tokonya mengalami peningkatan pembeli jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Menurut Umam, peningkatan jumlah pembeli mulai terasa sejak beberapa hari terakhir menjelang Imlek.
Ia menjelaskan apel, pir, dan jeruk mandarin masih menjadi primadona toko buah miliknya ini.
"Mejelang Imlek jadi lebih ramai dari hari-hari sebelumnya. Paling banyak orang beli apel, pir dan jeruk impor.", ucapnya.
Umam mengatakan lonjakan pembelian ini sudah menjadi pola tahunan. Namun, setiap tahun tetap memiliki dinamika yang berbeda, terutama individu yang menjadi langganan.
Selain jeruk, apel juga menjadi pilihan favorit. Warnanya yang mencolok cocok untuk disajikan dalam perayaan Imlek maupun sebagai buah hantaran.
Umam juga mengungkapkan harga buah di tokonya menjelang Imlek sama saja dengan hari biasa. Tidak ada niat darinya untuk menaikkan harga meskipun sedang ramai-ramainya pembeli datang.
"Harga kami tetap sama meskipun menjelang Imlek,"katanya.
Kisah senada datang dari toko buah lain di Toko Buah Rahmatsyah, Jl. Diponegoro, Pangkal Lalang. Di tempat ini, Sandi juga bersiap menghadapi penjualan Imlek.
Berbeda dengan Umam, Sandi juga mengambil buah dari pemasok lokal. Hal ini dilakukannya agar pembeli lebih memiliki opsi lain untuk memilih sesuai selera.
"Untuk pasokan, saya sendiri campuran. Ada yang lokal, ada yang impor", ujarnya.
Sandi mengatakan tokonya mengalami kemajuan berdekatan dengan Imlek. Entah pembeli baru atau langganan turut berdatangan ke toko Sandi untuk membeli buah.
"Dibanding Imlek tahun ini ada kemajuan yang sangat signifikan", ucapnya
Meski begitu, Sandi menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi pedagang buah adalah menjaga kualitas dan kesegaran, terutama saat permintaan sedang tinggi.
Menjelang sore, jumlah pembeli terus bertambah. Sandi yang mengisi ulang stok ke dalam rak buah menjadi pertanda tingginya antusiasme masyarakat menyambut Imlek.
Baik Umam ataupun Sandi sama-sama berharap momen Imlek tahun ini bisa membawa dampak positif bagi usahanya. Mengingat saat ini sedang terdapat berbagai tantangan ekonomi.
Di balik buah-buah yang tersusun rapi, tersimpan harapan para pedagang lain yang bernasib sama seperti Umam dan Sandi. Baik toko milik Umam ataupun Sandi menjadi salah satu saksi bagaimana tradisi, ekonomi, dan harapan bertemu dalam satu ruang yang sama.
Di antara warna-warni buah yang tersaji, Imlek kembali hadir membawa cerita. Cerita tentang kerja keras, kebersamaan dan optimisme di awal tahun.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)