Mini Teater Perpustakaan Sukoharjo, Hidden Gem yang Belum Banyak Diketahui Warga
Delta Lidina February 12, 2026 07:02 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, SUKOHARJO - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo menghadirkan konsep kekinian di gedung barunya yang berlokasi di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo. 

Salah satu fasilitas unggulan yang kini menjadi daya tarik adalah mini teater berkapasitas 50 orang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo, Iwan Setiyono, mengatakan gedung baru perpustakaan tersebut telah dibuka dan dimanfaatkan sejak 2 Januari 2026, tanpa menunggu seremoni peresmian.

“Karena ada edaran dari Perpustakaan Nasional, ketika pembangunan sudah selesai tidak perlu menunggu diresmikan. Bisa langsung dimanfaatkan untuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemustaka,” ujar Iwan, Kamis (12/2/2026).

Mini teater tersebut difungsikan sebagai sarana edukasi dan literasi, terutama bagi rombongan kunjungan sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. 

Dalam satu kali pemutaran, kapasitas ruangan maksimal 50 orang.

Jika jumlah pengunjung melebihi kapasitas, maka sistemnya dilakukan secara bergantian. 

Sebagian pengunjung dapat menonton di lantai dua, sementara lainnya menunggu sambil membaca buku di lantai satu.

PERPUSTAKAAN SUKOHARJO - Suasana gedung baru perpustakaan Sukoharjo.
PERPUSTAKAAN SUKOHARJO - Suasana gedung baru perpustakaan Sukoharjo. (TribunSolo/Anang Ma'ruf)

Iwan menjelaskan, pihaknya telah melakukan uji coba pemutaran untuk umum pada Minggu lalu. 

Pendaftaran dibuka secara daring melalui aplikasi Sibonar dan tautan bit.ly yang diumumkan melalui Instagram resmi perpustakaan.

“Dalam waktu 30 menit setelah dibuka, kuota langsung penuh karena memang gratis,” katanya.

Ke depan, pemutaran film untuk publik dijadwalkan rutin setiap hari Minggu pukul 10.00 WIB. 

Baca juga: Pastikan Guru Tak Membolos Lagi, Bupati Sukoharjo Lakukan Sidak di SMPN 2 Mojolaban

Pendaftaran tetap dilakukan melalui aplikasi Sibonar dan akan ditutup otomatis apabila kuota telah terpenuhi.

Adapun konten video yang ditayangkan bersifat edukatif dan dokumentatif, seperti sejarah dan potensi Kabupaten Sukoharjo, termasuk situs-situs bersejarah seperti Makam Balakan serta dokumentasi kekayaan daerah lainnya.

Namun demikian, pihak perpustakaan juga menyesuaikan permintaan dan segmentasi usia penonton. 

Untuk anak-anak TK misalnya, diputar film animasi atau film ramah anak. Sementara untuk pelajar SMP, SMA maupun umum, film disesuaikan dengan kategori umur dan unsur edukatifnya.

“Kami sesuaikan dengan usia pengunjung. Prinsipnya tetap ada muatan literasi dan edukasi,” jelasnya.

Selain untuk publik umum, mini teater juga difasilitasi bagi sekolah yang mengajukan kunjungan literasi. 

Saat ini, animo masyarakat terbilang tinggi dan peminat terus bertambah sejak dibuka awal tahun ini.

Dengan konsep tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sukoharjo berharap perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai tempat membaca semata, tetapi menjadi ruang edukasi yang menarik, interaktif, dan ramah bagi semua kalangan. (TribunSolo.com, Anang Ma'ruf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.