Ekspo Karya SMK Hebat Jatim 2026 di Grand City Mall Surabaya, Dorong Inovasi dan Serap Tenaga Kerja
Dyan Rekohadi February 12, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA -  Expo SMK Hebat Jatim 2026 digelar di Grand City Mall Surabaya mulai hari ini, Kamis (12/2/2026).

Sederet karya siswa SMK di Jawa Timur dihadirkan dalam pameran ini.

Ekspo karya siswa SMK ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus mendorong penguatan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ekspo karya siswa ini tidak hanya menampilkan hasil kreativitas, tetapi juga mempertemukan dunia pendidikan dengan industri dan pasar kerja.

Baca juga: Dinas Pendidikan Jatim Dorong SMK BLUD Perkuat Jejaring Vokasi dan Kolaborasi Industri

Ruang Kolaborasi Sekolah dengan 'Dudi'


Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menilai kegiatan ekspo karya SMK Hebat Jawa Timur menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurut Adhy, ekspo tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran karya siswa, melainkan juga menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dan dunia industri (dudi).

“Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Kegiatan ekspo ini bukan sekadar pameran, tetapi ekosistemnya dibangun dan didekatkan dengan pasar, dengan industri, dan dengan dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menghadirkan skema business matching dan job matching sehingga kompetensi siswa tidak hanya diukur melalui nilai akademik, tetapi dari sejauh mana karya mereka diminati masyarakat dan pasar.

“Ujian sebenarnya adalah ketika karya-karya itu berdampak dan diminati masyarakat sesuai standar pasar,” katanya.

Baca juga: Ratusan Siswa Unjuk Kemampuan di Lomba Kompetensi, LKS Dikmen Gresik 2026 Dibuka di SMK As Saadah

Patahkan Stigma Tingginya Angka Pengangguran Lulusan SMK 

Adhy menambahkan, pemanfaatan platform digital dalam ekspo juga menjadi nilai tambah karena sejumlah produk siswa tidak hanya dipamerkan, tetapi telah berhasil terjual. 

Hal ini dinilai penting karena lulusan SMK tidak hanya diharapkan mengisi pasar kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Yang paling penting bukan hanya mengisi peluang kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

Ia juga menyoroti capaian Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah inovasi terbanyak dan matang, di mana sebagian besar inovasi berasal dari sektor pendidikan. 

Sertifikasi inovasi yang diberikan menunjukkan karya tersebut layak dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, Adhy menegaskan bahwa stigma tingginya angka pengangguran lulusan SMK kini mulai terpatahkan.

Bahkan, beberapa lulusan justru langsung diserap industri karena kompetensi yang dimiliki.

“Dulu lulusan SMK disebut memiliki tingkat pengangguran tinggi. Sekarang justru terbalik, mereka langsung bekerja, bahkan ada jurusan tertentu yang ditunggu industri,” ujarnya.

Baca juga: Ketua DPRD Jatim Gelar Reses di Surabaya, Warga Keluhkan Akses SMA/SMK Negeri yang Tak Merata

KARYA smk EKSPO 12022026
KARYA SMK - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendikdasmen, Yusharto Huntoyungo, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai melihat produk karya siswa SMK Expo dalam SMK Hebat Jatim 2026 di Grand City Mall Surabaya, Kamis (12/2/2026).

 

Membudayakan Inovasi di Kalangan Sekolah

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendikdasmen, Yusharto Huntoyungo, memberikan tiga catatan penting bagi Dinas Pendidikan terkait pengembangan inovasi pendidikan, khususnya di tingkat SMK.

Pertama, inovasi perlu diperluas penyebarannya agar tidak hanya berkembang di sekolah tertentu, tetapi dapat direplikasi oleh sekolah lain.

Kedua, replikasi inovasi juga perlu dilakukan antarwilayah sehingga daerah yang membutuhkan keahlian serupa dapat mengadopsi praktik terbaik yang telah berhasil.

“Jangan hanya di sekolah tertentu, tetapi bisa direplikasi ke sekolah lain dan juga antarwilayah,” ujarnya.

Ketiga, ia menekankan pentingnya mematangkan inovasi agar mencapai standar tertinggi.

Menurutnya, tingkat kematangan inovasi di bidang pendidikan saat ini telah mencapai skor sekitar 102 dari indikator maksimal 111.

“Sedikit lagi diharapkan inovasi memiliki kematangan sempurna sehingga ekosistem inovasinya memberikan skor tertinggi untuk Innovative Government Award,” jelasnya.


Yusharto menilai ekspo karya SMK menjadi sarana penting untuk membudayakan inovasi di kalangan pemangku kepentingan pendidikan.

Ia menilai salah satu tantangan pengembangan inovasi di Indonesia adalah belum kuatnya budaya inovasi pada stakeholder.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengembangkan rasa ingin tahu, tetapi juga terdorong untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

“Ini akan menjadi bagian dari inkubasi bagi mereka untuk bertransformasi dari peserta didik menjadi pencipta kerja di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga: Dindik Jatim Perkuat Sekolah Inklusif, Bekali Ratusan Guru SMA-SMK Kompetensi GPK

Catatan Penting bagi Dinas Pendidikan dalam pengembangan inovasi pendidikan, khususnya SMK :

  1. Inovasi perlu diperluas penyebarannya
  2. Replikasi inovasi perlu dilakukan antarwilayah
  3. Mematangkan inovasi agar mencapai standar tertinggi
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.