TRIBUNWOW.COM - Berikut profil Gabriel Mutombo, pemain yang sempat mesra dengan Bobotoh, kini menjadi musuh cyber setelah hadapi Persib Bandung.
Dilansir TribunWow.com, pemain bek tengah Ratchaburi FC, Gabriel Mutombo, sempat mesra dengan Bobotoh karena pernah masuk radar Persib Bandung.
Bobotoh sempat menginginkan Gabriel Mutombo bergabung dengan Persib Bandung di musim 2025/2026.
Akan tetapi, rumor tersebut tak terealisasi.
Kini, nasib Gabriel Mutomo sangat kontras setelah tak lagi mesra dengan Bobotoh.
Ia menjadi sasaran serangan cyber melalui akun Instagram pribadinya.
Peristiwa tersebut terungkap dari unggahan Instagram Story milik Gabriel Mutombo pada Rabu (11/2/2025) malam WIB.
Baca juga: Selain Bobotoh, Jakmania Serbu Persib seusai Maung Dilibas Ratchaburi FC, Ungkap Hal Mencengangkan
Dalam unggahan itu, Gabriel Mutombo membagikan tangkapan layar komentar bernada rasis yang muncul di kolom komentar unggahan feed Instagram-nya.
Komentar tersebut berasal dari akun anonim tanpa foto profil yang menggunakan emotikon bermuatan rasis.
Menanggapi hal tersebut, Gabriel Mutombo menuliskan bahwa apa yang terjadi hanyalah bagian dari sepak bola.
Serangan itu diterimanya seusai timnya, Ratchaburi FC mengalahkan Persib Bandung dengan skor telak 3-0 pada babak 16 besar AFC Champions League Two di Stadion Ratchaburi, Thailand, Rabu, 11 Februari 2026.
Dikutip dari Tranfermarkt, Gabriel Mutombo lahir pada 19 Januari 1996 di Villeurbanne, Prancis dan memiliki dua kewarganegaraan, yakni Prancis dan Republik Demokratik Kongo.
Berpostur tinggi 1,91 m, Gabriel Mutombo bermain sebagai bek tengah dengan menggunakan kaki kanan sebagai dominannya.
Dirinya sudah memulai karier sepak bolanya sejak kecil.
Gabriel Mutombo menghabiskan 10 tahun di akademi Olympique Lyonnais, salah satu akademi terkenal di Prancis, di mana dia mengembangkan kemampuan dasar sebagai pemain bertahan sebelum akhirnya dilepas klub.
Setelah itu, ia melanjutkan di tim junior Saint-Priest dan kemudian bergabung dengan Angers SCO, di mana dia bermain untuk tim muda serta Angers B (tim cadangan) antara 2013–2016.
Baca juga: Lawan Kemustahilan, Bobotoh Optimis Persib Bandung Menang Minimal 4-0 Lawan Ratchaburi di Leg 2
Pada musim 2016–2017, Gabriel Mutombo mendapatkan pengalaman profesional pertamanya melalui peminjaman ke CA Bastia (kompetisi Championnat National / Liga 3 Prancis).
Di sana ia mendapatkan waktu bermain reguler.
Musim berikutnya (2017–2018), ia dipinjamkan ke US Orleans, klub yang bermain di Ligue 2 (divisi kedua kompetisi Prancis).
Gabriel Mutombo menjalani debut profesionalnya di Orleans pada 17 November 2017 di pertandingan liga.
Karena performanya, Orleans kemudian membeli kontraknya secara permanen pada Juni 2018, sehingga ia menjadi bagian inti dari tim utama selama beberapa musim berikutnya.
Setelah sukses di Orleans, Gabriel Mutombo menandatangani kontrak dengan Troyes AC pada Agustus 2020.
Dirinya sempat dipinjamkan ke UD Vilafranquense di Portugal pada Januari 2022.
Berikutnya ia bermain untuk klub FC Botosani di Rumania dan Chania FC di Yunani sebelum akhirnya bergabung dengan klub Ratchaburi FC di Thailand sejak Agustus 2024.
Dikutip dari Transfermarkt, berikut profil Gabriel Mutombo:
Nama di negara asal: Gabriel Mutombo Kupa
Tanggal lahir / Umur: 19 Januari 1996 (30)
Tempat kelahiran: Villeurbanne
Tinggi: 1,91 m
Kewarganegaraan: Prancis & Republik Demokratik Kongo
Posisi: Bek-Bek-Tengah
Kaki dominan: Kanan
Klub saat ini: Ratchaburi FC
Bergabung: 15 Agustus 2024
Kontrak berakhir: 30 Juni 2026
Perpanjangan kontrak: 14 Juni 2025
Terakhir: -
Harga pasar: Rp 6,08 miliar
US Orleans: 77 pertandingan, 3 gol, 0 asist, 21 kartu kuning, 6.240 menit bermain.
Angers SCO B: 52 pertandingan, 3 gol, 0 asist, 9 kartu kuning, 4.486 menit bermain.
Ratchaburi FC: 49 pertandingan, 3 gol, 1 asist, 10 kartu kuning, 3.993 menit bermain.
FC Botosani: 32 pertandingan, 1 gol, 0 asist, 8 kartu kuning, 2.487 menit bermain.
CA Bastia (-2017): 26 pertandingan, 2 gol, 0 asist, 7 kartu kuning, 1.798 menit bermain.
ESTAC Troyes: 20 pertandingan, 0 gol, 0 asist, 4 kartu kuning, 682 menit bermain.
UD Vilafranquense: 10 pertandingan, 0 gol, 0 asist, 4 kartu kuning, 785 menit bermain.
ESTAC Troyes B: 6 pertandingan, 0 gol, 0 asist, 0 kartu kuning, 463 menit bermain.
PAE Chania: 3 pertandingan, 0 gol, 0 asist, 1 kartu kuning, 176 menit bermain.
Angers SCO: 1 pertandingan, 1 gol, 0 asist, 0 kartu kuning, 90 menit bermain.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Pradipta Maya Agustania/Yonatan Krisna Halman Tri Santosa)