TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Lonjakan harga cabai jelang Ramadan mulai dirasakan langsung oleh warga. Di Bondowoso satu kilogram cabai tembus Rp 100 ribu. Dengan uang Rp 2 ribu, pembeli kini hanya mendapatkan tujuh biji cabai.
Sri Ningsih, warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, mengaku terkejut dengan kenaikan harga cabai dalam beberapa hari terakhir.
“Hari ini beli cabai Rp 2 ribu cuma dapat tujuh biji. Itu langsung diulek semua buat masak pagi,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, cabai merupakan kebutuhan dapur yang sulit digantikan, sehingga tetap harus dibeli meski harganya melonjak.
Baca juga: Harga Cabai Tembus Rp 45.000, Petani Jember Pilih Panen Lebih Awal
Di Pasar Induk Bondowoso, harga cabai rawit kini berkisar antara Rp 87 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram, tergantung kualitas. Kenaikan ini terjadi dalam dua hari terakhir.
Cabai merah besar juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 25 ribu.
Jumaati, pemilik Toko Faren di Pasar Induk Bondowoso, mengatakan kenaikan harga telur sudah berlangsung hampir sepekan.
“Kurang tahu penyebab pastinya, mungkin karena harga pakan naik,” ujarnya.
Baca juga: Cabai Rawit Konsisten Sumbang Inflasi di Jember Selama Lima Tahun Terakhir
Meski harga naik, menurut Jumaati, masyarakat tetap membeli telur dan cabai karena merupakan kebutuhan pokok.
Hal senada disampaikan Naira, pemilik warung makan pecel. Ia mengaku tetap membeli cabai meski harganya melonjak, namun memilih tidak menaikkan harga jual makanan.
“Tetap beli walau mahal, paling mengurangi sedikit porsinya. Harga jual tetap, karena kalau dinaikkan takut pembeli berkurang,” katanya.
Ia memperkirakan kenaikan harga cabai dipicu berkurangnya pasokan dari petani, serta banyaknya tanaman cabai yang rusak akibat penyakit sehingga tidak bisa dipanen.
Baca juga: Sidak Harga Jelang Nataru di Situbondo, Harga Kacang Tanah Tembus Rp40 Ribu, Cabai Justru Turun
Satgas Pangan Bondowoso yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso bersama unsur Bulog, TNI, dan Polri, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Bondowoso, Jumat (12/2/2026).
Sekda Bondowoso Fathur Rozi mengatakan, secara umum ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman. Namun, ia mengakui ada beberapa komoditas yang harganya relatif tinggi, khususnya cabai rawit kualitas baik.
“Kenaikan ini perlu menjadi perhatian bersama agar ke depan bisa ditekan melalui langkah-langkah strategis,” kata Fathur.
Untuk komoditas telur dan daging ayam, Fathur menyebut masih terpantau stabil. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengantisipasi potensi kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan jelang Ramadan.
“Menjelang Ramadan biasanya permintaan cukup tinggi, sehingga perlu diantisipasi sejak dini,” jelasnya.
Baca juga: Harga Cabai Rawit Meroket di Bondowoso dari Rp 30.000 Menjadi Rp 90.000 per Kilogram
Selain bahan pangan, Satgas Pangan juga mengecek ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram. Hasil pemantauan menunjukkan stok LPG di tingkat SPBE, agen, hingga pangkalan dalam kondisi aman dan distribusi berjalan sesuai peruntukan.
Fathur mengakui sempat terjadi kelangkaan LPG beberapa waktu lalu. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan menggunakan LPG subsidi sesuai sasaran.
“Kami mengimbau masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan LPG subsidi. Kepada agen dan pangkalan, penyaluran harus sesuai ketentuan, termasuk verifikasi berbasis NIK,” tambahnya.