TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kereta cepat Whoosh semakin terasa sebagai bagian dari pengalaman perjalanan wisata di Indonesia.
Tak hanya diminati penumpang domestik, layanan Jakarta–Bandung ini juga kian populer di kalangan wisatawan mancanegara.
Sepanjang periode 2023 hingga 2025, ratusan ribu turis asing tercatat menjajal Whoosh.
Malaysia menjadi pasar terbesar dengan sekitar 300.000 penumpang. Singapura menyusul lebih dari 80.000 penumpang, kemudian Tiongkok sekitar 60.000 penumpang.
Sementara wisatawan dari Jepang dan Korea Selatan secara gabungan melampaui 50.000 orang.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa konektivitas cepat Jakarta–Bandung telah masuk dalam radar perjalanan wisata regional, khususnya Asia Tenggara. Kedekatan jarak dan kemudahan akses menjadi faktor penentu.
Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan tren ini tidak lepas dari karakter wisatawan regional yang menyukai perjalanan singkat dan efisien.
“Perjalanan akhir pekan yang praktis dan efisien menjadi daya tarik, terutama bagi wisatawan Asia Tenggara,” ujarnya saat penandatanganan kerja sama dengan aplikasi Trip di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Dengan waktu tempuh sekitar 45 menit, perjalanan antarkota yang sebelumnya memakan waktu beberapa jam kini terasa jauh lebih ringkas. Wisatawan yang tiba di Jakarta dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan ke Bandung dalam hari yang sama.
Bandung menawarkan kombinasi udara sejuk, ragam kuliner, pusat belanja seperti Pasar Baru, hingga destinasi alam seperti Tangkuban Parahu dan kawasan Lembang. Kemudahan akses ini mendorong perubahan pola perjalanan.
Jika sebelumnya wisatawan cenderung memilih satu kota sebagai basis utama, kini banyak yang menggabungkan Jakarta dan Bandung dalam satu rangkaian itinerary. Konsep multi-city trip dalam waktu singkat menjadi semakin realistis.
Baca juga: Tertinggal Kereta Whoosh? KCIC Berlakukan Reschedule Tiket hingga 15 Menit setelah Keberangkatan
Dampaknya mulai dirasakan pelaku usaha di Bandung. Hotel, pusat perbelanjaan, hingga destinasi kuliner mencatat peningkatan mobilitas pengunjung, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Tak hanya wisata, sektor bisnis juga diuntungkan. Bagi perwakilan perusahaan yang berbasis di Singapura atau Malaysia, agenda rapat di Jakarta kini dapat dilanjutkan dengan aktivitas di Bandung tanpa perlu menginap. Skema perjalanan pulang-pergi dalam sehari menjadi lebih memungkinkan.
Kemudahan akses turut diperkuat melalui integrasi penjualan tiket Whoosh ke platform perjalanan global Trip. Wisatawan asing dapat memesan tiket menggunakan bahasa dan mata uang negara masing-masing, sehingga proses perencanaan perjalanan menjadi lebih praktis.
Global Commercial Head International Train Business Trip Group, Ian Luo, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperluas jaringan kereta cepat di Asia Tenggara.
“Whoosh menjadi proyek kereta cepat resmi pertama kami di kawasan ini,” katanya.
Baca juga: Penumpang WNA Kereta Cepat Whoosh Naik 60 Persen Sepanjang 2025, KCIC Catat 401 Ribu Penumpang
Integrasi digital tersebut membuat perjalanan terasa semakin seamless—mulai dari pemesanan tiket, penyusunan itinerary, hingga konektivitas antardestinasi.
Ke depan, potensi pasar internasional dinilai masih terbuka seiring meningkatnya konektivitas penerbangan internasional ke Indonesia dan promosi destinasi unggulan Jawa Barat.
Jika tren pertumbuhan ini berlanjut, kontribusi wisatawan asing berpeluang menjadi salah satu pendorong penting dalam penguatan ekosistem perjalanan Jakarta–Bandung.