Kampanye 3-2-1 AQUVIVA, Cara Mudah Jaga Hidrasi Selama Puasa Ramadan
Mochamad Dipa Anggara February 12, 2026 11:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, SLIPI – Lebih dari 60 persen tubuh manusia terdiri dari air yang berperan dalam berbagai fungsi penting.

Air mendukung sirkulasi darah, menjaga massa otot, kesehatan jantung, fungsi ginjal, hingga kinerja otak. Bahkan, gangguan konsentrasi dan sulit fokus sering kali menjadi tanda awal dehidrasi ringan.

Menyambut bulan suci Ramadan, Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Cut M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K, CSNC, CHt menegaskan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh selama berpuasa.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah memahami bahwa tubuh membutuhkan asupan air yang cukup setiap hari.

Namun, pola konsumsi air yang terencana masih belum diterapkan secara konsisten, sehingga risiko dehidrasi tetap terjadi, terutama saat puasa.

“Puasa bukan alasan aktivitas jadi tidak optimal. Justru kalau kita mengatur pola minum dengan baik, produktivitas tetap bisa maksimal,” ujarnya dalam talkshow peluncuran kampanye 3–2–1 AQUVIVA di Kimaya, Slipi, Jakarta, Kamis (12/2/2026). 

Lebih lanjut, dr. Cut mengatakan, bahwa gangguan konsentrasi atau sulit fokus sering kali menjadi tanda awal dehidrasi ringan.

“Banyak yang merasa sulit berkonsentrasi atau cepat lelah saat puasa, lalu menganggap itu hal biasa. Padahal bisa jadi itu tanda awal tubuh kekurangan cairan,” jelasnya.

Selama 12 hingga 14 jam berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan. Karena itu, pengaturan waktu minum menjadi kunci agar kebutuhan cairan tetap tercukupi.

dr. Cut menyarankan pembagian waktu minum dalam tiga momen utama, yaitu saat berbuka puasa, untuk rehidrasi awal setelah seharian menahan haus.

Kemudian setelah tarawih, untuk mengganti cairan dan mendukung proses metabolisme serta pencernaan.

Lalu saat sahur, sebagai persiapan menghadapi puasa panjang keesokan harinya.

"Selain air mineral, konsumsi makanan yang kaya kandungan air seperti sayur dan buah juga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh," sebutnya.

Tujuh tips jaga hidrasi selama Ramadan

dr. Cut juga membagikan sejumlah tips agar tubuh tetap terhidrasi optimal selama puasa:

  1. Pilih air minum yang higienis dan berkualitas.
  2. Minum secara teratur sesuai pembagian waktu.
  3. Penuhi cairan sebelum beraktivitas di luar ruangan.
  4. Tambahkan asupan cairan jika berolahraga setelah berbuka.
  5. Bawa persediaan air minum sendiri agar kebutuhan terpantau.
  6. Konsumsi sayur dan buah yang kaya air.
  7. Pastikan waktu tidur cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Ia menekankan, perubahan pola aktivitas selama Ramadan, termasuk waktu tidur dan makan, harus diimbangi dengan pengelolaan cairan yang baik.

“Hidrasi yang cukup diminum secara berkala membantu menjaga fungsi tubuh tetap optimal, membuat tubuh terasa lebih segar, dan mendukung produktivitas harian,” tuturnya.

Kampanye 3-2-1 AQUVIVA

Untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan cairan harian, diperkenalkan pula kampanye pola hidrasi 3-2-1 AQUVIVA yang sederhana dan mudah diingat.

Kampanye yang diluncurkan oleh produk air mineral AQUVIVA ini mengusung konsep 3 botol AQUVIVA berukuran 700 ml yang setara dengan 2 liter air untuk 1 hari pasti sejuknya.

Senior Brand Manager AQUVIVA, Devi Chrisnatalia, mengungkapkan bahwa kampanye 3–2–1 menjadi bagian dari komitmen AQUVIVA dalam mendampingi masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup seimbang.

Melalui kampanye tersebut, masyarakat dapat dengan mudah mengingat pola hidrasi yang lebih teratur.

“Melalui pola hidrasi yang lebih teratur, kami ingin memastikan masyarakat dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tetap nyaman dan merasakan kesejukan saat mengonsumsi air mineral AQUVIVA dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk selama menjalani ibadah puasa,” ujar Devi dalam kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, kampanye 3-2-1 AQUVIVA tersebut lahir dari kepekaan WINGS Group mengenai masih rendahnya konsistensi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan cairan harian.

Sejumlah publikasi ilmiah yang dimuat dalam National Library of Medicine menunjukkan bahwa kebutuhan cairan harian orang dewasa umumnya berada di kisaran 2 hingga 2,5 liter per hari, namun pada praktiknya masih banyak individu yang belum memenuhinya secara konsisten dalam keseharian.

Tantangan pemenuhan kebutuhan cairan harian juga tercermin pada kondisi masyarakat di Indonesia.

Penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST) menunjukkan bahwa 46,1 persen penduduk Indonesia mengalami dehidrasi ringan, dengan proporsi yang lebih tinggi pada kelompok remaja (49,5 persen dibandingkan dewasa (42,5 persen).

Bahkan, sebanyak 24,75 persen remaja di dataran tinggi dan 41,70 persen remaja di dataran rendah tercatat mengalami dehidrasi ringan, mengindikasikan bahwa persoalan hidrasi tidak semata berkaitan dengan tingkat pengetahuan, tetapi juga keteraturan pola minum dalam keseharian.

Kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara pemahaman dan praktik hidrasi, terutama di tengah aktivitas yang padat dan gaya hidup modern.

"Menggunakan Teknologi 7 Tahap Nano Purifikasi, pertama di Indonesia, AQUVIVA menjaga kualitas air sekaligus mempertahankan mineral yang dibutuhkan tubuh, sehingga diharapkan dapat menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam mendukung gaya hidup seimbang," tandas Devi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.