Inilah Jalan Kyai Saleh Semarang yang Resmi Diabadikan Menjadi Jalan KH Sholeh Darat
raka f pujangga February 13, 2026 12:09 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nama Jalan Kyai Saleh berubah menjadi KH Sholeh Darat di Kota Semarang.

Bukan tanpa alasan perubahan nama itu merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Kota Semarang kepada KH Sholeh Darat sebagai Tokoh Moderasi pada Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Pemkot Beri Penghargaan Kepada KH Sholeh Darat: Nama Jalan Kyai Saleh jadi Jalan KH Sholeh Darat

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyerahkan Surat Keputusan perubahan nama Jalan Kyai Saleh menjadi Jalan KH Sholeh Darat.

Kegiatan penyerahan ini menjadi rangkaian proses pengusulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional, serta bentuk penghormatan atas kontribusi dan warisan intelektual beliau bagi bangsa Indonesia.

Pemberian penghargaan ini menjadi simbol apresiasi terhadap jejak sejarah dan keteladanan beliau sebagai ulama sekaligus guru dari tokoh-tokoh besar yang memiliki peranan penting dalam perkembangan keilmuan islam di Nusantara.

“Jalan bukan sekadar ruang lalu lintas, tetapi ruang ingatan. Setiap orang yang melintas di jalan tersebut diingatkan bahwa kota ini pernah melahirkan ulama besar yang mengajarkan ilmu dengan kelembutan, dakwah dengan kebijaksanaan, dan Islam dengan semangat moderasi,” kata Agustina dalam keterangannya.

Selain perubahan nama jalan, Pemerintah Kota Semarang juga menyerahkan piagam penghargaan kepada KH Sholeh Darat sebagai tokoh moderasi yang diterima langsung oleh Dzurriyah sebagai ahli waris.

Pada kesempatan tersebut turut dilakukan penandatanganan pernyataan ahli waris dan pengesahan foto KH Sholeh Darat sebagai bentuk validitas dokumen serta memastikan kesesuaian data historis yang diajukan.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan intelektual beliau, Tafsir Faidhurrahman turut diserahkan kepada Wali Kota Semarang untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya monumental KH Sholeh Darat yang menjembatani pemahaman teks keagamaan dengan konteks sosial pada masanya.

Menurut Agustina, pemberian penghargaan ini juga menjadi bagian dari upayaPemerintah Kota Semarang untuk mengangkat kembali tokoh-tokoh lokal yang berjasa besar namun belum banyak dikenal generasi muda.

Dirinya menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai sejarah, budaya, dan keteladanan tokoh bangsa.

“Semarang memiliki banyak figur inspiratif yang kontribusinya melampaui zamannya. Mengangkat kembali sosok seperti KH Sholeh Darat berarti kita sedang menanamkan identitas dan kebanggaan sejarah kepada masyarakat,” tambahnya.

Pemkot Semarang berharap penghargaan ini dapat menjadi momentum penguatan kesadaran sejarah sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani semangat keilmuan, kerendahan hati, serta komitmen kebangsaan yang diwariskan KH Sholeh Darat.

PENGHARGAAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar seremoni pemberian penghargaan kepada KH Sholeh Darat sebagai Tokoh Moderasi pada Kamis (12/2/2026)
PENGHARGAAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelar seremoni pemberian penghargaan kepada KH Sholeh Darat sebagai Tokoh Moderasi pada Kamis (12/2/2026) (TRIBUN JATENG/dok Pemkot Semarang)

Profil Sholeh Darat

KH Sholeh Darat (Muhammad Saleh bin Umar al-Samarani) adalah ulama besar Nusantara asal Semarang yang hidup pada abad ke-19.

Dia dikenal sebagai "Guru para Pahlawan" karena kedalaman ilmunya serta perannya dalam mendidik tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia.

Biodata Singkat

Nama Lengkap: KH Muhammad Saleh bin Umar al-Samarani.

Gelar Kehormatan: Tokoh Moderasi (Ditetapkan Pemkot Semarang, 12 Februari 2026).

Asal: Darat, Semarang (istilah "Darat" merujuk pada wilayah pesisir di Semarang tempat beliau tinggal).

Peran Utama: Ulama, Penulis, Intelektual Islam Nusantara.

Karya Monumental: Tafsir Faidhurrahman (Tafsir Al-Qur'an pertama di Nusantara yang ditulis dalam bahasa Jawa aksara Pegon).
 
Peran dan Kontribusi Utama

Guru Tokoh Besar: Dia merupakan guru spiritual dan intelektual bagi tokoh-tokoh nasional seperti RA Kartini, KH Hasyim Asy'ari (Pendiri NU), dan KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah).

Pelopor Moderasi Beragama: Dikenal karena metode dakwahnya yang lembut dan penuh kebijaksanaan, serta mampu menjembatani teks keagamaan dengan konteks sosial masyarakat pada masanya.

Warisan Intelektual: Melalui karya Tafsir Faidhurrahman, beliau mempermudah masyarakat Jawa memahami isi Al-Qur'an melalui bahasa lokal (Jawa Pegon). Saat ini, karya tersebut sedang dalam proses penerjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Pemkot Semarang agar lebih mudah diakses generasi muda.

Simbol Identitas Kota: Namanya kini diabadikan sebagai pengganti Jalan Kyai Saleh di Kota Semarang sebagai bentuk penghormatan dan ruang ingatan sejarah bagi warga.

Baca juga: Usulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional Digalakkan Pemkot Semarang

Status Kepahlawanan

Saat ini, KH Sholeh Darat sedang dalam proses pengusulan resmi sebagai Pahlawan Nasional.

Perubahan nama jalan dan validasi dokumen sejarah (termasuk pengesahan foto resmi) merupakan bagian dari rangkaian pemenuhan persyaratan administrasi dan bentuk pengakuan negara atas jasa-jasanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.