Terekam CCTV, Pria Berkacamata Gondol Tas Isi Uang Puluhan Juta di Hotel Bintang 5
Noval Andriansyah February 13, 2026 12:34 AM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Seorang pria berkacamata terekam kamera pengawas alias CCTV menggondol tas berisi laptop dan uang puluhan juta rupiah.

Aksi pencurian terjadi di ballroom hotel bintang lima, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (10/2/2026).

Lantaran gerak-gerik pelaku terekam kamera CCTV, dari mulai masuk hotel hingga menggondol tas berisi laptop dan uang puluhan juta milik peserta rapat, alhasil video rekaman tersebut viral di media sosial.

Pencurian adalah perbuatan mengambil barang milik orang lain tanpa izin dan dengan maksud untuk memiliki secara melawan hukum. Dalam hukum pidana Indonesia, pencurian diatur dalam KUHP dan dapat dikenai sanksi pidana, tergantung pada cara, nilai barang, dan keadaan saat dilakukan.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, meskipun banyak orang yang berpapasan dengan pelaku, tak ada yang mencurigai aksinya. 

Baca juga: Polisi Buru 7 Anggota Sindikat Pencurian Mobil Colt Diesel di Lampung Timur

Penampilannya yang mengenakan kemeja batik lengan panjang, mengenakan sepatu kets, berkacamata, serta kerap seperti sedang berkomunikasi menggunakan handphone membuat orang tak curiga dengan gelagatnya.

Aksi pelaku pun viral setelah video yang menunjukkan gerak-geriknya beredar di media sosial.

Detik-detik Aksi Pelaku

Berdasarkan rekaman video CCTV yang beredar di media sosial, pelaku tampak datang melalui pintu depan. Bahkan seorang petugas hotel pun tampak membukakan pintu. 

Terduga pelaku berjalan cepat seperti orang sibuk. Ia tampak memegang handphone di tangan kanannya dan arah penglihatannya ke arah handphone.

Selanjutnya ia membenarkan posisi kacamatanya dan berjalan menuju lantai dua hotel melewati sejumlah orang.

Begitu, ia berada di lorong ia kemudian berhenti dan memperhatikan gerak gerik orang dengan berpura-pura seperti orang yang sedang menelepon menggunakan handphone.

Melihat ada kesempatan, matanya melirik ke sebuah ruangan kemudian ia berdiri sesaat di pintu ruangan memperhatikan keadaan sekitar.

Setelah memastikan kondisi aman, ia masuk ke dalam ruangan.

Sambil berpura-pura teleponan, pelaku yang tadinya tak membawa apa-apa kemudian keluar dengan menggendong tas ransel hitam.

Ia lantas berjalan kaki menelusuri lorong dan melewati sejumlah orang seperti tak terjadi apa-apa.

Ia pun langsung meninggalkan hotel. Di luar hotel, ia tampak seperti sedang menelepon berjalan keluar hotel.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengatakan peristiwa terjadi pada Selasa (10/2/2026). 

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat korban tiba di Ruang Candi Kalasan Lantai 2 Hotel Sahid untuk mengikuti rapat yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Korban kemudian meletakkan tas hitam berisi satu unit laptop dan satu unit handphone di atas meja kerja.

Kondisi mulai berubah saat memasuki jam istirahat siang.

Sekira pukul 12.00 WIB, korban meninggalkan ruangan untuk makan siang.

Namun, barang berharga tersebut tetap ditinggal di meja.

"Kemudian pukul 12.50 WIB (korban) kembali, barang-barang tersebut sudah tidak ada. Jadi barang ditinggal selama kurang lebih 50 menit," jelas Roby.

Meski video wajah pelaku sudah viral di media sosial, polisi tidak ingin gegabah.

Fokus utama saat ini adalah memetakan apakah pelaku beraksi seorang diri atau memiliki rekan yang membantu di lapangan.

"Kami mau lihat dia interaksi dengan siapa saja (lewat CCTV)," tegasnya.

Terkait kerugian, Roby meluruskan korban melaporkan kehilangan satu unit handphone dan satu unit laptop dengan total nilai kerugian sekitar belasan juta rupiah.

Sejauh ini, pihak kepolisian telah menerima satu laporan resmi dari korban perorangan yang ikut dalam agenda rapat Kemenhub tersebut.

Polisi pun memberikan peringatan keras meskipun lokasi berada di kawasan bisnis Sudirman yang tergolong elite, kewaspadaan pribadi terhadap barang bawaan tetap menjadi hal yang utama.

"Nggak ada hubungan di tempat yang bagus tidak akan ada pencurian. Kalau lalai menaruh atau menyimpan barang, (pencurian bisa terjadi)," ucapnya.

Pelaku Beraksi di 3 Tempat

Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat kini tengah memburu pelaku.

Polisi telah mengantongi rekaman CCTV yang menunjukkan wajah pelaku dengan sangat jelas.

Saat ini, penyidik sedang melakukan pendalaman untuk melacak pergerakan dan interaksi pelaku di area hotel.

"Kami masih mintakan CCTV yang kemudian selain yang di media itu. Kita kan mau lihat dia (pelaku) interaksi dengan siapa saja," ujar AKBP Roby.

Polisi mengungkapkan telah mengantongi identitas terduga pelaku.

"Sudah (mengantongi identitas). Ada dugaan kuat terhadap Terduga," katanya.

Roby mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diketahui sempat terlihat berada di tiga hotel berbeda.

Dia juga menyebut pelaku diduga beraksi tidak sendirian.

"Hasil pemeriksaan kita, pelaku sudah beberapa kali berada di beberapa hotel berbeda. Yang kita ketahui ada di tiga hotel. Dan ada kemungkinan tidak sendiri," jelas Roby.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.