Update Berita POPULER Persebaya Hari Ini: Tavares Ubah Jadi Tim Superior, Gustavo Siap Debut di GBT
faridmukarrom February 13, 2026 07:50 AM

Pertama Bernardo Tavares ingatkan pemainnya waspadai kekuatan Bhayangkara jelang laga hari Sabtu.

Kedua ada Gustavo Fernandes tak sabar bermain di GBT, hingga potensi permainan Bhayangkara,

Baca juga: Jadwal Siaran MotoGP 2026 Live Trans7, Bagnaia Tampil Menjanjikan di Sepang, Marquez Pilih Aero 2026

1.Sentuhan Magis Bernardo Tavares Ubah Persebaya Jadi Tim Superior, Bhayangkara FC Jadi Ujian Berikutnya

Bernardo Tavares kembali membuktikan tangan dinginnya. Dalam waktu singkat sejak resmi menangani Persebaya Surabaya pada awal Januari 2026, pelatih asal Portugal itu sukses menyulap Bajol Ijo menjadi tim yang tampil superior di Liga Super 2025/2026.

Empat pertandingan terakhir dilalui Persebaya tanpa kekalahan: tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Lebih menarik lagi, dua kemenangan diraih di laga tandang sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan—yakni saat membungkam PSIM Yogyakarta 3-0 dan menumbangkan Bali United 3-1.

Perubahan tidak hanya terlihat dari hasil, tetapi juga dari cara bermain, cara berpikir, hingga mentalitas tim. Intensitas, disiplin, dan keberanian mengambil keputusan di lapangan kini menjadi ciri khas Persebaya era Bernardo.

Transformasi itu terasa cepat, mengingat Bernardo baru pertama kali memimpin latihan Persebaya pada awal Januari lalu. Namun racikannya terbukti mujarab. Ia bahkan dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik pada pekan ke-18 saat melawan PSIM Yogyakarta dan pekan ke-20 saat menghadapi Bali United.

Meski menuai pujian, Bernardo memilih tetap rendah hati.

“Saya tidak melakukan apa-apa. Saya hanya menempatkan para pemain, dan merekalah yang membuat keajaiban,” ujar Bernardo usai latihan di Lapangan ABC, Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tim tak lepas dari semangat juang para pemain yang rela berkorban, meski tidak dalam kondisi terbaik.

“Banyak pemain kami tidak 100 persen. Ada yang sakit, cedera, bahkan bermain di posisi yang tidak biasa. Tapi mereka tetap mencoba melakukan yang terbaik,” tambahnya.
Menurut Bernardo, sikap itulah yang membuka peluang besar bagi tim untuk terus meraih kesuksesan.

“Jika pemain bersikap baik dan mau berjuang, peluang untuk sukses menjadi lebih besar,” tegas pelatih berusia 45 tahun itu.

Ujian berikutnya bagi “sihir” Bernardo akan terjadi saat Persebaya menjamu Bhayangkara FC di Stadion GBT, Sabtu (14/2/2026). Laga ini diprediksi tidak mudah karena lawan datang dengan kekuatan baru.

Bhayangkara FC mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman di Liga Indonesia, seperti Privat Mbarga, Sho Yamamoto, dan Ryo Matsumura.

“Mereka punya banyak pemain baru yang tidak perlu adaptasi lagi di Indonesia. Itu membuat mereka berbahaya,” kata Bernardo.

Sementara itu, Persebaya juga merekrut empat pemain asing baru, tiga di antaranya baru pertama kali bermain di Indonesia: Gustavo Fernandes, Jefferson Silva, dan Bruno Paraiba.

Namun, kondisi skuad belum sepenuhnya ideal. Beberapa pemain diragukan tampil karena cedera dan sakit, di antaranya Mihailo Perovic, Malik Risaldi, dan Bruno Paraiba.

“Skuad kami tidak 100 persen karena ada yang cedera, demam, diare, atau terkena virus,” ungkap Bernardo.
Menutup pernyataannya, Bernardo berharap dukungan penuh dari Bonek dan Bonita di stadion.

“Kami berharap suporter bisa datang memberi energi ekstra untuk para pemain,” pungkasnya.

2. Gustavo Fernandes Tak Sabar Debut di GBT

 Gustavo Fernandes, bek asing anyar Persebaya Surabaya, tak sabar merasakan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang dikenal sebagai salah satu stadion dengan dukungan suporter paling fanatik di Indonesia.

Atmosfer luar biasa dari Bonek akan ia rasakan saat Persebaya menjamu Bhayangkara FC, Sabtu (14/2/2026).

Bek asal Brasil berusia 26 tahun itu sejatinya sudah menjalani debut resminya bersama Persebaya ketika menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, 7 Februari lalu.

Meski laga tersebut berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan Persebaya, Gustavo hanya bermain di babak kedua setelah menggantikan Malik Risaldi yang mengalami cedera.

Masuk sejak awal paruh kedua, Gustavo langsung berduet dengan Leo Lelis dan membuat lini pertahanan Bajol Ijo tampil lebih solid. Ia mampu meredam tekanan Bali United yang sebelumnya cukup dominan.

Sepanjang babak kedua, Gustavo mencatatkan 1 blok, 8 clearance, dan 4 intersep sebuah statistik yang menunjukkan betapa penting perannya dalam menjaga stabilitas lini belakang Persebaya hingga peluit akhir.

“Saya sudah merindukan suasana ini dan berada di lapangan membantu tim,” ujar Gustavo dengan penuh semangat.

Kini, Gustavo berpeluang besar tampil sebagai starter saat menghadapi Bhayangkara FC. Selain kondisinya yang terus membaik, ia juga tidak mengalami cedera.

“Kini saatnya untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan dan berusaha untuk terus berkembang setiap hari,” tambahnya.

Laga kontra Bhayangkara FC menjadi ujian konsistensi Persebaya yang tengah berada dalam tren positif dengan 13 pertandingan tanpa kekalahan. Namun, pelatih Persebaya Bernardo Tavares menegaskan bahwa pertandingan ini tidak akan mudah.

Bhayangkara FC datang dengan motivasi bangkit dan kekuatan baru di bawah arahan Paul Munster. Meski begitu, Bernardo mengaku telah menyiapkan berbagai opsi taktik untuk meredam ancaman lawan.

“Fokus kami mengerjakan beberapa hal yang kami anggap penting dan perlu kami tingkatkan sebagai tim,” ujar Bernardo.

“Kami berharap kesebelas pemain inti dan para pemain cadangan bisa melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil yang bagus,” pungkasnya. 

3. Bahaya Kekuatan Bhayangkara FC

Persebaya Surabaya akan menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2/2026). Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan timnya tidak akan meremehkan kekuatan lawan meski berada dalam tren performa yang lebih baik.

Secara klasemen, Persebaya saat ini menempati peringkat kelima dengan koleksi 35 poin. Sementara Bhayangkara FC berada di posisi ke-10 dengan 26 poin. Dalam lima laga terakhir, Persebaya mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang, sedangkan Bhayangkara meraih dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.

Meski demikian, Bernardo Tavares menilai Bhayangkara FC tetap berbahaya, terutama setelah aktif merekrut sejumlah pemain pada bursa transfer.

“Bhayangkara salah satu tim yang mendapatkan pemain paling banyak di jendela transfer ini,” ujar Bernardo Tavares usai sesi latihan di Lapangan ABC Kompleks Stadion GBT.

Ia menyoroti beberapa nama yang dinilai memiliki kualitas dan pengalaman di kompetisi Indonesia, seperti Moussa Sidibe, Privat Mbarga, Sho Yamamoto, hingga Ryo Matsumura.

“Dan mereka bukan sekadar pemain, mereka adalah pemain kunci dari klub lain. Jadi mereka punya banyak pemain baru yang tidak perlu adaptasi lagi di Indonesia,” jelasnya.

Sebaliknya, Persebaya justru mendatangkan pemain yang masih memerlukan proses penyesuaian, termasuk tiga pemain asing baru yang pertama kali bermain di Indonesia yakni Gustavo Fernandes, Jefferson Silva, dan Bruno Paraiba.

Selain itu, kondisi skuad Bajul Ijo belum sepenuhnya ideal jelang laga ini. Beberapa pemain dipastikan absen akibat cedera maupun masalah kesehatan.

“Skuad kami tidak akan tampil 100 persen karena banyak pemain cedera dan ada yang demam, diare, atau terkena virus,” kata Tavares.

Tiga pemain yang dipastikan absen karena cedera adalah Mihailo Perovic, Malik Risaldi, dan Bruno Paraiba.

Bernardo berharap dukungan suporter dapat memberikan motivasi tambahan bagi timnya untuk mengamankan hasil positif di kandang.

“Kami berharap Bonek dan Bonita bisa datang ke stadion untuk memberikan energi ekstra bagi pemain kami,” pungkasnya.

(tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.