SERAMBINEWS.COM – Berikut update harga emas batangan di Pegadaian hari ini, Jumat (13/2/2026).
Setelah sempat menunjukkan fase stagnasi pada pertengahan pekan, pasar logam mulia domestik hari ini secara mengejutkan berbalik arah dengan aksi jual yang cukup masif.
Penurunan tajam ini menjadi koreksi terdalam dalam beberapa waktu terakhir, menjauhkan harga emas dari level psikologis Rp 3 juta yang sempat diraih pada awal pekan lalu.
Berdasarkan pantauan terbaru dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 mengalami "rontok berjamaah" dibandingkan posisi perdagangan Kamis (12/2/2026) kemarin.
Emas produksi UBS mencatatkan penurunan drastis sebesar Rp 41.000 per gram.
Jika pada Kamis kemarin harga UBS masih kokoh di level Rp 3.002.000, pada Jumat ini harganya terperosok ke posisi Rp 2.961.000 per gram.
Laju penurunan yang signifikan juga melanda emas Galeri24.
Produk anak usaha Pegadaian tersebut terkoreksi sebesar Rp 49.000, dari sebelumnya Rp 2.987.000 pada Kamis kemarin, kini jatuh ke level Rp 2.938.000 per gram.
Kondisi ini kontras dengan memori akhir Januari lalu, saat harga emas sempat meledak ke rekor tertinggi sepanjang masa di level Rp 3.275.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 12 Februari 2026, Naik atau Turun? Cek Rincian Harga Galeri24 dan UBS
Bagi yang mempertimbangkan strategi averaging down atau pembelian saat harga jatuh, berikut rincian harga terbaru emas UBS dan Galeri24 per Jumat (13/2/2026) dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian.
Harga Emas UBS
Harga Emas Galeri24
Sebagai informasi, Pegadaian menjual tiga jenis emas ini dengan variasi ukuran yang berbeda.
Emas Galeri24 dan Antam tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram, sementara emas UBS dijual dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Meskipun sama-sama memiliki kadar kemurnian 99,99 persen atau 24 karat, ketiga produk emas ini memiliki karakteristik berbeda.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Galeri24dan UBS Bertahan di Level Atas, Antam Mulai Terkoreksi
Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (BUMN) dengan sertifikasi internasional LBMA.
Sementara emas Galeri 24 diproduksi oleh anak perusahaan PT Pegadaian dengan sertifikasi SNI.
Lalu emas UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera yang memiliki sertifikasi nasional dan harga yang cenderung lebih terjangkau.
Namun untuk emas Antam, hingga Kamis hari ini terpantau masih belum tersedia secara reguler dalam sistem distribusi harian di platform Sahabat Pegadaian.
Sejalan dengan tren negatif di Pegadaian, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga mengalami pelemahan tajam pada perdagangan Jumat (13/2/2026).
Penurunan ini menjadi salah satu koreksi harian paling dalam yang dialami Antam bulan ini.
Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga emas Antam hari ini anjlok sebesar Rp 43.000 per gram.
Harga yang sebelumnya tertahan di level Rp 2.947.000 pada hari Kamis, kini merosot ke posisi Rp 2.904.000 per gram.
Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga terkoreksi lebih dalam dengan penurunan sebesar Rp 53.000 per gram, menjadi Rp 2.688.000.
Dengan kondisi tersebut, selisih (spread) antara harga jual dan harga buyback emas Antam kini melebar menjadi Rp 216.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp43 Ribu per Gram Menjelang Ramadhan, 13 Februari Dijual Segini
Koreksi massal ini dipicu oleh dinamika pasar global dan pergerakan harga emas dunia yang sedang tertekan.
Bagi investor ritel, momentum ini sering kali dianggap sebagai peluang untuk masuk di harga rendah, namun tetap disarankan untuk memperhatikan kewajiban pajak PPh 22 sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Berikut rincian lengkap harga emas Antam hari ini beserta harga pajaknya dipantau melalui situs resmi Logam Mulia Antam pada Kamis (12/2/2026) pukul 09.50 WIB.
Selain faktor harga dan pajak, investor juga perlu memperhatikan lokasi pembelian.
Harga emas di Butik Logam Mulia Pulogadung, Jakarta, memang menjadi acuan nasional.
Namun, harga di luar wilayah tersebut dapat mengalami penyesuaian.
Perbedaan ini umumnya dipengaruhi oleh biaya distribusi, logistik, kondisi pasar lokal, serta tingkat permintaan masyarakat di masing-masing daerah.
Karena itu, sebelum melakukan transaksi emas dalam jumlah besar, masyarakat disarankan memantau harga di butik resmi terdekat dan menghitung kembali seluruh komponen biaya yang mungkin timbul.
Dengan perencanaan yang tepat, investasi emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik di tengah dinamika ekonomi.
(Serambinews.com/Yeni Hardika)