TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian RI (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengaku kena tegur istrinya akibat harga pangan atau bahan pokok di pasar melonjak jelang Ramadan 2026.
Kata Amran, sang istri yang juga merupakan salah satu petugas pengawas pangan di pasar, mengaku selalu memonitor harga kebutuhan pokok.
"Karena kami bertindak berdasarkan suara rakyat terutama emak-emak, ibu-ibu, aku juga ditegur istri pak kalau harga naik pak, istri saya termasuk pengawas di pasar-pasar pak, 'harga telur naik ini naik itu naik' kan mengganggu kita bapak-bapak kalau harga naik karena ibu-ibu pasti cerita ke suaminya," kata Andi Amran saat memberikan sambutan di acara Gerakan Pangan Murah di area Pasar Tani, Kementerian Pertanian RI (Kementan), Jakarta, Jumat (12/2/2026).
Baca juga: Jelang Ramadan 2026: Harga Cabai, Ayam, dan Telur Naik di Depok dan Serang
Tak hanya mendapat teguran dari istri, Amran juga mengaku kerap mendapat kritik dan protes dari masyarakat.
Padahal kata Amran, yang memainkan harga bahan pokok bukanlah pemerintah, melainkan para pemasok atau dalam hal ini distributor besar ke pedagang-pedagang pasar.
"Rakyat marah pada pemerintah, padahal yang melakukan hanya satu-dua orang. Yang diserang adalah pemerintah," ucap Amran.
Atas hal itu, dia menegaskan pemerintah melalui satuan tugas (satgas) pangan, tidak segan akan memberikan sanksi terhadap para distributor nakal yang tetap menaikkan harga bahan pokok.
Sanksinya tidak main-main, pemerintah kata Amran, akan menyetop seluruh kegiatan impor termasuk daging sapi dan ayam kepada distributor yang dimaksud.
"Kalau teman-teman Satgas, aku minta tolong. Kalau ada yang menaikkan harga dikejar sampai feedlotter (penggemukan). Kalau dia lakukan, tahun depan hampir pasti, pasti, insyaallah kalau saya sehat saya masih menteri tahun depan, tidak dapat jatah atau cabut izinnya dan tidak boleh lagi impor sapi, daging, dan seterusnya," tandas dia.
Harga Cabai dan Daging Ayam
Pantauan Tribunnews.com Network, Kamis (12/2/2026), harga cabai, telur, dan ayam potong di Depok, Jawa Barat mengalami kenaikan harga.
Harga cabai rawit merah terus mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadan di Pasar Kemiri, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
Harga cabai rawit merah dengan kualitas bagus tembus Rp 90 ribu per kilogram.
Untuk harga cabai keriting merah masih jauh lebih murah.
Pedagang rata-rata menjualnya dengan kisaran harga Rp 40-50 ribu per kilogram.
Sedangkan untuk harga bawang merah, saat ini berada di kisaran harga Rp 44.000 per kilogram.
Seorang pedagang, Ridwan menjelaskan, untuk stok cabai rawit merah sendiri saat ini masih aman.
“Untuk stok dari berbagai daerah, ada yang dari Brebes,” kata Ridwan.
Ridwan tidak tahu pasti penyebab harga cabai rawit mengalami kenaikan.
Kemudian, harga telur ayam ras telah mencapai Rp 31.000 per kilogram, naik Rp 1.000 dari harga sebelumnya.
Tak hanya itu, harga ayam potong juga naik menjadi Rp 40.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 35.000 per kilogram.
Selain itu, harga MinyaKita berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) tercatat masih di angka Rp 16.200 per liter, di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.
Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Banten mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan 2026.
Pasar Induk Rau adalah pusat perdagangan tradisional terbesar dan tertua di Kota Serang, Banten, yang berlokasi di Jl. KH Abdul Latif, Kelurahan Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.
Pasar ini didirikan pada tahun 1982 yang berdiri di atas lahan sekitar 5 hektar mempunyai bangunan berlantai tiga.
Pasar itu juga diresmikan pada tahun 2004 oleh Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri.
Kenaikan terjadi pada berbagai komoditas, mulai dari cabai, bawang, telur hingga daging ayam.
Para pedagang mengaku lonjakan harga dipicu berkurangnya pengiriman dari distributor.
Pedagang sayuran di Pasar Rau, Asuri mengatakan kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah.
Saat ini, harga rawit merah mencapai Rp100.000 per kilogram, harga sebelumnya hanya Rp70.000 per kilogram.
"Rawit ijo sekarang Rp60.000, seminggu yang lalu Rp40.000 per kilogram," ujar Asuri, ditemui di lapaknya, Kota Serang, Rabu (11/2/2026).
Selain itu, cabai keriting turut mengalami kenaikan dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Harga bawang merah kini berada di angka Rp50.000 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000. Sementara bawang putih dijual Rp35.000 per kilogram.
Komoditas lainnya seperti kol juga mengalami kenaikan dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Adapun harga tomat masih relatif stabil di angka Rp12.000 per kilogram.
Asuri menyampaikan kenaikan harga dipengaruhi oleh berkurangnya pengiriman barang dari distributor.
"Pengirimannya berkurang, tapi kalau stok bagus sekarang. Dari induknya (distributor) naik," jelas Asuri.
Kenaikan harga juga dirasakan langsung oleh penjual telur ayam.
Ahmad mengatakan harga telur naik Rp2.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.
Bahkan, ia memperkirakan harga masih berpotensi naik hingga Idul Fitri.
"Bisa dimungkinkan harga akan naik lagi hingga Idul Fitri nanti. Kita pingin nya harga telur gak naik, kasian masyarakat, kita juga repot modalnya gede," ujar Ahmad.
Sementara itu, pedagang ayam potong, Oji mengucapkan harga ayam kecil saat ini dijual Rp42.000 per ekor, sedangkan ayam besar Rp40.000 per ekor.
Ia mengungkapkan, penjualan ayam mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya mampu menjual hingga 1.000 ekor per hari, kini hanya sekitar 700 ekor.
"Ya, mudah-mudahan mah sebelum puasa pengennya mah diturunin, kasihan ke semuanya. Kalau bisa diturunin biar stabil di harga ecer tuh Rp35.000 aja, penjualnya juga kayak saya nih bingung belanjanya juga, kegedean modal," ucapnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat menstabilkan harga bahan pokok menjelang Ramadan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.