Sidak MBG di Bontang, Wakil Walikota Agus Haris Cek Kualitas Makanan Jelang Ramadan
Miftah Aulia Anggraini February 13, 2026 05:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Wakil Walikota Bontang, Agus Haris, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 003 dan SD Negeri 010 Bontang Selatan, Jumat (13/2/2026).

Peninjauan difokuskan pada kualitas makanan, sistem pengawasan, serta kesiapan distribusi menjelang Ramadan.

Dalam sidak tersebut, Agus Haris memastikan seluruh tahapan, mulai dari proses memasak di dapur mitra hingga makanan diterima siswa, berjalan sesuai prosedur dan dalam pengawasan berjenjang.

“Kalau ada masalah, guru kami minta segera melapor,” ujar Agus Haris.

Baca juga: Distribusi Makan Bergizi Gratis di Bontang Barat Belum Sepenuhnya Merata

Ia menilai pelaksanaan MBG di Bontang relatif mudah dikontrol karena jarak antarsekolah tidak terlalu jauh.

Sistem pengawasan mitra dapur pun dilakukan secara berlapis sehingga potensi penyimpangan menu dinilai kecil.

Saat peninjauan berlangsung, para siswa tampak antusias menikmati menu MBG.

Agus Haris juga ikut mencicipi makanan yang dibagikan sebagai bentuk pengecekan langsung kualitas dan kelayakan konsumsi. 

Baca juga: 2 Dapur Sudah Layani Makan Bergizi Gratis di Bontang, Sasar 6.733 Siswa

Pihak penyedia bahkan menyiapkan porsi khusus untuk rombongan sebagai bagian dari transparansi.

Mekanisme Ramadan Masih Tunggu Arahan

Terkait pelaksanaan MBG selama Ramadan, Agus Haris mengaku belum menerima petunjuk teknis lengkap dari Badan Gizi Nasional (BGN). 

Namun, ia memperkirakan arahan resmi akan diberikan menjelang puasa.

“Mungkin dua atau tiga hari sebelum puasa ada pengarahan dari kepala SPPG kepada dapur terkait mekanisme penyalurannya,” ujarnya.

Jika program tetap berjalan saat Ramadan, skema distribusi diperkirakan akan disesuaikan agar makanan tetap layak konsumsi dan tidak cepat basi.

Baca juga: Makan Bergizi Gratis di Bontang Siap Bergulir Senin Depan, Baru Sasar 50 Persen Sekolah

“Mungkin lebih tepat makanan kering atau tambahan seperti susu, roti, dan buah,” katanya.

Menurutnya, susu menjadi komponen penting dalam menu MBG karena mendukung tumbuh kembang anak, khususnya usia di bawah 10 tahun.

“Susu itu penting, terutama untuk anak di bawah 10 tahun. Itu membantu percepatan perkembangan anak. Itu sudah melalui penelitian,” tandasnya.

Hingga Februari 2026, Bontang telah memiliki 15 dapur dari total kebutuhan 23 mitra dapur MBG.

Pemerintah menargetkan seluruh dapur dapat beroperasi penuh tahun ini untuk memastikan cakupan layanan semakin optimal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.