Di kawasan Chinatown, Singapura juga banyak tersembunyi kafe estetik yang cocok untuk santai. Salah satunya di kafe ini yang menawarkan kopi gula Melaka hingga kue mochi lembut.
Chinatown menjadi salah satu kawasan yang populer di Singapura. Di sana banyak berdiri bangunan dengan perpaduan unik antara warisan budaya sejarah China dan sentuhan modern. Selain itu, di Chinatown kini juga banyak kuliner menarik, mulai dari warung makan yang dijajakan kaki lima, restoran, hingga kafe.
Kalau habis jalan-jalan di sekitar Chinatown dan mencari tempat nyaman untuk bersantai, kamu bisa mampir ke kafe September Coffee.
Pada jam makan siang, kafe ini ramai dipadati pengunjung. detikFood juga diberi batasan waktu hanya bisa makan di tempat (dine in) selama satu jam.
Dari luar, kafenya memang terlihat kecil, tetapi saat masuk, ada lumayan banyak kursi dan meja yang bisa ditempati.
Lebih dari sekadar tempat bersantap, kafe ini juga punya daya tarik estetika. Konsep kafenya minimalis, dengan perpaduan warna cokelat, abu-abu muda, dan putih pada tembok dan interior mereka. Suasana kafenya juga dibuat lebih hidup dengan adanya dekorasi tanaman hijau di beberapa sudutnya.
Dilansir dari septembercoffeesg.com, mereka memang terinspirasi dari suasana kafe estetik di Korea Selatan dan Thailand. Kafenya dibuat nyaman dengan pilihan makanan minuman yang juga menarik untuk dicoba.
September Coffee punya Gula Malaka Latte yang bisa dicoba. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
|
Kalau mau nongkrong santai di September Coffee, kamu bisa mencoba beberapa menu minuman signature mereka. Salah satu yang detikFood cicipi adalah Gula Melaka Latte yang dibanderol seharga 8 SGD (Rp 106.546) (belum termasuk pajak).
Racikan minumannya terdiri dari double espresso, House-blend Gula Melaka, toasted coconut, dan fresh milk. Toasted coconut-nya disusun di gelas bibir, disajikan sebagai hiasan dan pemanis.
Rasa kopinya menurut kami cukup pekat, dengan sentuhan rasa cenderung lebih asam dibandingkan pahit. Tambahan gula melakanya juga memberi sentuhan rasa manis karamel yang pekat dan sedikit gurih.
Ketika diseruput bersama toasted coconut atau irisan daging kelapanya, teksturnya menjadi lebih kompleks. Tidak sekadar creamy, tetapi kami juga merasakan tekstur yang agak renyah.
Kalau tidak mau minum kopi, bisa pesan menu matcha mereka yang tidak kalah populer. Segelas Matcha Latte dibanderl seharga 7 SGD atau seitar Rp 93.228 (belum termasuk pajak).
September Coffee juga punya menu matcha latte yang nikmat, bahkan tanpa gula atau pemanis. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
|
Matcha latte di sini mengggunakan matcha berkualitas. Kami minta disajikan tanpa gula dan rasanya menurut kami umami, nutty, sedikit pahit tetapi tidak begitu pekat.
Sebagai pelengkap kami memesan Earl Greay Mochi Swiss Roll seharga 8 SGD (Rp 106.546) (belum termasuk pajak). Pada dasarnya ini adalah kue swiss roll berbahan dasar earl grey.
Rasa teh earl greynya tercecap di adonan swiss roll ini, tetapi tidak begitu pekat. Rasa manisnya juga pas. Tekstur adonan swiss rollnya lembap dan lembut. Namun menjadi lebih kompleks ketika dimakan bersama dengan adonan mochi di bagian dalamnya. Teksturnya pun berubah menjadi ada sentuhan kenyal.
Swiss roll mochi cakenya juga bisa dipesan sebagai pelengkap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
|
Sebenarnya kehadiran mochi di bagian dalamnya tidak begitu mengubah rasa dan tekstur swiss roll ini.
September Coffee memiliki banyak menu utama juga, mulai dari Rose Udon, Beef Ragu Pasta, hingga Fried Chicken French Toast. Jika tertarik bisa mampir ke lokasi 258 S Bridge Rd, #01-01, Singapore 058807.
Kafe ini buka setiap Selasa-Minggu pukul 11.30 - 21.00 WIB.










