Bupati Wajo Andi Rosman Ikut Kerja Bakti Massal, Pantau Got dan Drainase
Muh Hasim Arfah February 13, 2026 08:04 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Bupati Wajo, Andi Rosman memimpin kerja bakti massal di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Calaccu, Kota Sengkang, Sulawesi Selatan, Jumat (13/2/2026).

Kerja bakti ini adalah tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto soal Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Reski, dan Indah). 

Ratusan ASN, TNI, Polri hingga masyarakat berkumpul mengikuti apel.

Kemudian mereka kembali ke wilayah masing-masing untuk membersihkan.

Mereka terlihat menyapu baju jalan.

Warga sekitar pun ikut membantu.

Di beberapa titik, truk sampah terpanggir di pinggir jalan.

Baca juga: Gerakan Indonesia ASRI Digelar Serentak di Sulsel, Maros Jadi Pusat Aksi

Sampah dikumpulkan kemudian dimasukkan ke tempat sampah yang tersedia.

Andi Rosman tampak mengenakan kaos putih mereka Onitsuka Tiger.

Ia berkeliling memantau setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kerja bakti di lingkungannya masing-masing.

Dirinya didampingi Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Hasanuddin.

Bahkan, Andi Rosman meminta saluran yang tersumbat dibersihkan dengan cara menarik ban bekas di dalam saluran menggunakan tenaga mobil atau alat berat.

"Alhamdulillah ini arahan Presiden sekaligus bentuk komitmen daerah membangun budaya hidup bersih dan sehat," katanya.

Lanjut, dirinya menerangkan kerja bakti telah menjadi kewajiban setiap OPD dalam menjaga lingkungan kerja dan sekitarnya.

"Tapi kami tetap imbau bagi OPD tidak hanya membersihkan lingkup kerja saja tapi di sekitarnya, seperti jalan, got dan lain sebagainya," terangnya.

Gerakan ini, kata Andi Rosman guna menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan.

"Mulai hari ini dan seterusnya dijadwalkan setiap hari jumat, namun tidak menutup kemungkinan kami akan menjadwalkan kerja bakti di luar hari itu," katanya.

Di sisi lain, warga Kecamatan Tempe, Muliadi (53) terkejut melihat keramaian di pagi hari.

"Saya kaget karena baru bangun, orang-orang pada ngumpul saya kira kenapa ternyata kerja bakti," ungkapnya.

"Dengan sadar saya juga langsung ikut, karena banyak juga pejabat yang turun bersih-bersih saluran." 

Gerakan Indonesia ASRI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi.

Dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

“Resik saya tanya artinya apa? Artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini hanya suatu katakanlah nama, tapi wujudnya tadi, semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa. Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribuan itu, cepat itu,” ucap Presiden di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Persoalan sampah, menurut Presiden telah menjadi masalah krusial di berbagai daerah.

Dalam taklimatnya, Kepala Negara memaparkan bahwa hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.

“Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini.

Selain pembangunan proyek, Presiden menekankan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk mengatasi permasalahan sampah.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung, saudara-saudara. Ini 34, kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita enggak benar, jorok, kotor,” kata Presiden.

Selain pengelolaan sampah, Presiden Prabowo juga memperkenalkan gagasan proyek “gentengisasi” sebagai bagian dari upaya memperindah lingkungan permukiman. Presiden menilai penggunaan atap seng yang meluas membuat kawasan menjadi panas dan kurang estetis.

“Seng ini panas untuk penghuni, Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ucap Presiden.

“Saya berharap dalam 2-3 tahun, Indonesia tidak akan kelihatan karat, karat lambang degenerasi. bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.