Huntap Korban Galodo di Kapalo Koto Padang Ditargetkan Rampung Jelang Idul Fitri 2026
Rezi Azwar February 13, 2026 11:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban banjir bandang di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, ditargetkan rampung jelang hari raya Idul Fitri 2026.

Pernyataan itu disampaikan oleh Pelaksana Pembangunan Huntap, Etrinaldi, saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Jumat (13/2/2026).

Pembangunan huntap kata Etrinaldi sudah dimulai dengan peletakan batu pertama tanggal 28 Januari 2026 lalu.

Peletakan batu pertama juga dihadiri Wali Kota Padang, Fadly Amran, Wakil DPRD Sumbar, Nanda beserta tokoh lainnya.

Baca juga: SIG Kirim Perdana SEPABLOCK untuk Huntap Sumatera, Mampu Sediakan Material untuk 120 Unit per Bulan

Sementara itu, untuk bahan dari bangunan hunian tetap ini menggunakan produk Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) dari PT Semen Padang.

SEPABLOCK diketahui memiliki keunggulan tahan gempa, pemasangan mudah dan dingin saat siang hari.

"Untuk itu kita targetkan 25 hari kerja, sebelum Idul Fitri warga sudah bisa pindah ke hunian tetap ini," pungkasnya.

Terdapat Dua Ruang Tidur dan Satu Kamar Mandi

Sebanyak 10 unit hunian tetap (huntap) dibangun untuk korban banjir bandang di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Diketahui, banjir bandang terjadi pada akhir November 2025 lalu di daerah tersebut. Banyak rumah dan lahan pertanian warga terdampak.

Untuk itu, huntap disediakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melalui Kadin Sumbar.

Nantinya, sebanyak 10 kartu keluarga di Kapalo Koto bisa menghuni bangunan tersebut untuk melanjutkan kehidupan.

Baca juga: Dana Rehab Rumah Korban Banjir Padang Tak Boleh Dialihkan, 70 Persen Bahan Bangunan & 25 Persen Upah

Pelaksana Pembangunan Huntap, Etrinaldi, mengatakan huntap di Kapalo Koto dibangun menggunakan tipe 36.

"Ukurannya 6x6 meter. Di dalamnya terdapat dua buah kamar dengan ukuran 3x3 meter," ungkapnya saat ditemui di lokasi pembangunan, Jumat (13/2/2026).

Di dalam bangunan huntap tersebut, terdapat satu kamar mandi dengan ukuran 1,5x1,5 meter. 

Sementara untuk dapur, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan inisiator pembangunan huntap, yakni Kadin Sumbar.

Untuk saat ini, ia lebih berfokus untuk pembangunan huntap. Sedangkan untuk pembangunan lainnya menunggu arahan dari inisiator.

Baca juga: Dana Stimulan Sudah Masuk Rekening Pemko, Pencairan Rehab Rumah Korban Banjir Tunggu Izin BNPB

Ia melanjutkan, untuk dinding huntap bakal menggunakan produk Semen Padang Bata Interlock atau SEPABLOCK dari PT. Semen Padang.

Menurut Etrinaldi, produk sepa blok sangat cepat dalam pelaksanaan atau pembangunan huntap bagi korban banjir bandang.

"SEPABLOCK sangat kokoh, ramah terhadap gempa dan juga lebih dingin saat siang hari," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.