TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus mendorong digitalisasi serta penguatan akses permodalan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif dan UMKM di Sulbar.
Upaya tersebut ditandai dengan pertemuan Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, dengan Pimpinan Divisi Komersil dan Retail Bank BTN Cabang Mamuju, Andi Habibi, serta Ketua Forum UMKM Sulbar, Muh. Rusdin, Jumat (13/2/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun produktif, membahas rencana kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pihak perbankan, khususnya dalam mendukung berbagai event ekonomi kreatif skala lokal maupun nasional.
Baca juga: Dinas ESDM Sulbar Validasi Calon Penerima Program Listrik Gratis 2026 di Mamuju Tengah
Baca juga: Tingkatkan SDM Terampil, Pemprov Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Fakultas Vokasi Unhas
Langkah ini sejalan dengan program Panca Daya yang diusung Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, terutama dalam penguatan daya saing ekonomi daerah dan pemberdayaan UMKM serta ekonomi kreatif melalui transformasi digital dan perluasan akses permodalan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain dukungan terhadap penyelenggaraan event, pertemuan tersebut juga menyoroti peluang kolaborasi dalam mempermudah akses pembiayaan berbasis digital.
Diharapkan pelaku usaha tidak hanya mampu memasarkan produknya secara online, tetapi juga memiliki sistem manajemen usaha yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui pertemuan ini, kami ingin memperkuat sinergi antara Dispoparekraf Sulbar dan pihak perbankan agar pelaku usaha ekraf atau teman-teman UMKM semakin mudah mengakses permodalan berbasis digital. Dengan dukungan tersebut, kami berharap para pelaku usaha bisa lebih berkembang dan berdaya saing,” ujar Bau Akram Dai.
Ia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan mendorong pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk meningkatkan tata kelola usaha.
“Kami ingin UMKM dan ekonomi kreatif Sulbar tidak hanya mampu memasarkan produknya secara online, tetapi juga tertib dalam pengelolaan usahanya, sehingga lebih siap bersaing secara berkelanjutan,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Dispoparekraf Sulbar memaparkan berbagai program yang telah dilaksanakan, seperti pelatihan pengelolaan media sosial, optimalisasi marketplace, hingga penguatan branding dan kemasan produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Bau Akram Dai menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulbar sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan sektor perbankan, terutama dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital di setiap event ekonomi kreatif dan UMKM.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi perbankan untuk berkolaborasi. Fokus utama kami adalah memastikan setiap event ekraf dan UMKM memiliki ekosistem pembayaran digital yang mumpuni,” tegasnya.
Sementara itu, Muh Rusdin menyoroti pentingnya perluasan penggunaan QRIS BTN dalam setiap event, baik skala lokal maupun nasional. Ia berharap adanya dukungan pembiayaan serta fasilitasi produk UMKM dalam pameran yang didukung oleh perbankan.
“Kehadiran BTN bukan hanya soal digitalisasi pembayaran, tetapi yang lebih krusial adalah potensi dukungan permodalan bagi pelaku ekraf dan UMKM agar bisa naik kelas,” pungkas Rusdin. (*)