TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Ratusan deportan asal Sulawesi Selatan dan wilayah Indonesia Timur gagal berangkat menuju pelabuhan Parepare, hari ini, Sabtu (14/2/2026).
Rencananya para deportan dari Tawau dan Kota Kinabalu Malaysia ini dipulangkan ke daerah asalnya dengan menggunakan Kapal Pantokrator dari Pelabuhan Tunon Taka Nunukan menuju Pelabuhan Parepare. Namun karena sudah melebihi kapasitas penumpang akhirnya dibatalkan.
“Kapal Pantokrator penumpang sudah 1.000 lebih. Tidak mampu lagi menampung penumpang. Overload,” ujar Kepala BP3MI Kaltara, Kombes Pol Andi Muhammad Ichsan kepada TribunKaltara.com, Sabtu (12/2/2026).
Kepala BP3MI Kaltara menyebutkan, deportan akan diberangkatkan kembali melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan besok, Minggu (15/2/2026) malam menggunakan KM Lambelu.
Baca juga: PMI Nunukan Siaga 24 Jam Dampingi Deportan, Sediakan Telepon Gratis dan Pertolongan Pertama
Para deportan ditampung sementara di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Nunukan, untuk beristirahat sekaligus menjalani proses asesmen dan pendataan lanjutan.
Selama di Rusunawa para deportan juga mendapatkan layanan kesehatan serta kebutuhan dasar selama masa penampungan.
Awalnya 221 deportan dari Tawau Malaysia, tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Kalimantan Utara, Selasa pada (10/2/2026).
Rincian deportan yang dipulangkan dari Tawau, Malaysia terdiri dari 166 laki-laki dewasa, 39 perempuan dewasa, dan 12 anak-anak.
Baca juga: 217 Deportan dari Tawau Malaysia Tiba di Nunukan Kaltara, Warga Sulawesi Selatan Terbanyak
Disusul 301 deportan lainnya yang tiba pada Kamis (12/2/2026 asal Kota Kinabalu, Malaysia.
Para deportan asal Kota Kinabalu terdiri 194 laki-laki dewasa, 64 perempuan dewasa serta 43 anak-anak.
(*)
Penulis: Fatimah Majid