Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumednag Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Di sela kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026), ada cerita haru dari seorang ibu pejuang ekonomi keluarga.
Tati Mulyani (53), seorang ibu tunggal dengan tiga anak, menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian. Sejak 2017, ia mengandalkan bantuan modal dari PNM yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Dengan suara bergetar namun penuh syukur, warga Dusun Sukajadi, Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara ini menceritakan bagaimana hidupnya berubah sejak mendapat akses pembiayaan. Tati hampir menangis karena harunya.
“Saya single parent, tiga anak. Tahun 2017 saya perlu modal, langsung ada anggota PNM ke rumah, menawarkan modal. Dulu warung sedikit, Alhamdulillah usaha saya lancar,” tuturnya.
Tati mengawali usahanya dengan pinjaman Rp3 juta. Ia membuka warung sembako kecil-kecilan demi menyekolahkan ketiga anaknya. Seiring disiplin membayar angsuran, plafon pinjamannya terus meningkat.
Baca juga: Warga Sumedang Begini Cara Ubah Data dari Desil 5 ke Kategori Baru 1-4 Penerima Bansos Februari 2026
“Awalnya Rp3 juta. Setiap sudah beres angsuran ditambah lagi. Sekarang sudah Rp12,5 juta,” katanya.
Kenaikan plafon tersebut menjadi tanda membaiknya kondisi ekonomi Tati. Dari usaha kecil di rumah, ia mampu memperluas dagangannya dan menopang kebutuhan keluarga.
“Jualan sembako, berkat PNM usaha lancar dan memperbaiki ekonomi ibu,” ujar Tati.
Kini, perjuangannya membuahkan hasil. Ketiga anaknya telah menyelesaikan pendidikan dan sudah bekerja.
“Sekarang semua anak sudah kerja. Dulu untuk menyekolahkan anak, Alhamdulillah dari modal sedikit-sedikit jadi banyak,” ucapnya penuh haru.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, terima kasih Bapak Ara (Maruarar Sirait), terima kasih PNM, dan juga terima kasih Bank BRI. Berkat ini cita-cita saya terkabul,” katanya.
Menurut Tati, proses mengakses pembiayaan pun terbilang mudah. Dia mengisahkan bagaimana kemudahan itu hanya bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Caranya daftar ke PNM, bawa KTP, langsung dikasih modal. Saya pilih BRI, karena BRI murah, mudah, dan bunganya enggak tinggi,” katanya.
Hadiah Rp10 Juta untuk Peserta Teladan
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait turut mengapresiasi kisah Tati dan para nasabah PNM lainnya. Ia bahkan menyiapkan apresiasi khusus bagi peserta teladan.
“Ada 10 yang terbaik, nanti saya bantu Rp10 juta per orang, supaya naik kelas. Ini contoh baik kolaborasi,” ujar Maruarar.
Program pembiayaan ultra mikro yang dijalankan PNM bersama BRI dinilai menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah dan lembaga keuangan dalam mengangkat ekonomi rakyat kecil, khususnya perempuan prasejahtera.(*)