Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, Sukoharjo – Genangan air setinggi hingga 40 sentimeter merendam Jalan Mojolaban, tepatnya di depan Pasar Plumbon, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (14/2/2026).
Pantauan TribunSolo.com, luapan air tersebut diduga akibat saluran drainase yang tidak mampu menampung debit hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama.
Air yang meluber ke badan jalan membuat arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara sepeda motor nekat menerjang genangan, namun banyak yang akhirnya mogok karena mesin kemasukan air.
Baca juga: Hujan Intensitas Tinggi Guyur Mojolaban Sukoharjo, Air Meluap hingga 40 Cm
Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir di Jalan Mojolaban Sukoharjo, Puluhan Motor Mogok Lewati Genangan
Budi (50), warga Semanggi, Surakarta, yang hendak pulang ke Sukoharjo, mengaku motornya mati setelah melewati genangan tersebut.
“Saya dari Semanggi mau pulang ke Sukoharjo. Karena jalur lewatnya di sini, ya saya terjang. Ternyata businya kecelup air, langsung mogok,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, ketinggian air di depan Pasar Plumbon mencapai sekitar 30 hingga 40 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
“Tingginya ada yang sedengkul, sekitar 30 sampai 40 sentimeter. Mogoknya pas di depan pasar, kurang lebih 50 meter saya nuntun motor di dalam air,” tambahnya.
Hal serupa juga dialami Guntur yang hendak bepergian dari Semanggi menuju Matesih, Kabupaten Karanganyar.
Ia mengatakan motornya mogok setelah menerobos genangan air setinggi kurang lebih 30 sentimeter.
“Iya mogok, kemasukan air. Dari Semanggi mau ke Matesih kemudian mogok, sekira 10 menit berhenti,” katanya.
Warga sekitar menduga genangan terjadi akibat luapan drainase di sepanjang Jalan Mojolaban yang tidak mampu menampung derasnya aliran air hujan.
Mereka berharap adanya perbaikan sistem saluran air agar kejadian serupa tidak kembali terulang saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Hingga air berangsur surut, sejumlah pengendara masih terlihat berhati-hati melintas di lokasi guna menghindari mogok akibat genangan yang cukup dalam. (*)