Jalan Penghubung Mopuya-Kosio Dumoga Utara Bolmong Akan Diperbaiki, Dinas PUTR Minta Warga Bersabar
Alpen Martinus February 14, 2026 08:44 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Pemerintah Bolaang Mongondow (Bolmong) akhirnya luluh juga mendengar keluhan masyarakat Dumoga Utara.

Keluhan masyarakat soal Jalan penghubung Mopuya-Kosio yang rusak cukup parah.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bolmong akhirnya buka suara soal jalan rusak di desa Mopuya, Kecamatan Dumoga Utara.

Baca juga: Dinas PU Bolmong Janji Perbaiki Jalan Rusak di Mopuya, Ini Kata Kadis PUTR

Jarak antara Lolak ibukota Bolmong ke Dumoga Utara 64,1 kilometer.

Kepada Tribunmanado.co.id, Kadis PUTR Bolmong Hendra Hamim menegaskan pihaknya akan melaksanakan perbaikan jalan tersebut.

"Tahun ini kita sudah anggarkan untuk perbaikan," ujarnya via telepon, Jumat 13 Februari 2026.

Tetapi, ia belum membocorkan terkait besaran anggaran yang akan digelontorkan untuk perbaikan tersebut.

Ia juga meminta agar masyarakat di Mopuya dan sekitarnya bersabar.

Pasalnya, tahun ini Pemkab Bolmong diperhadapkan dengan efisiensi anggaran yang tak kecil.

"Bolmong itu wilayahnya sangat luas, jadi kami harap masyarakat bisa bersabar," tuturnya.

"Kami tidak tutup mata, tapi semua butuh proses," tegas dia.

Rusak cukup lama

Jalan penghubung Mopuya-Kosio memang sudah rusak cukup lama.

Padahal, jalur ini merupakan salah satu akses yang sangat banyak digunakan oleh masyarakat.

Komang salah seorang warga mengatakan jalan penghubung Mopuya-Kosio masih luput dari perhatian Pemkab Bolmong.

Padahal warga sudah mengeluhkan kerusakan jalan tersebut berulang kali.

"Kami sudah mengeluhkan jalan ini berulang kali, baik dari desa sampai kecamatan," ucapnya via telepon.

"Bahkan setiap reses yang dilakukan anggota DPRD sudah kami sampaikan," ujarnya.

Sayangnya, aspirasi warga bak angin lalu diteling legistlatif dan eksekutif.

"Lihat saja, sampai sekarang belum ada perbaikan. Mereka menganggap aspirasi kami seperti angin lalu," ujarnya.

Hal senada dikatakan Murliyanti warga lainnya.

Menurutnya, jalan berlubang di desa Mopuya bagai kolam ikan saat musim hujan.

"Kalau hujan bisa pelihara ikan disini," ucapnya.

Dia juga mengeluhkan minimnya pencahayaan di jalur Mopuya-Kosio.

"Kalau malam jalur ini rawan kecelakaan karena gelap, tidak ada perhatian sama sekali dari Pemkab Bolmong," tegasnya.

Murli berharap Bupati ataupun Wabup Bolmong bisa lewat di jalan-jalan rusak Dumoga.

"Kalau bisa lebih sering lewat disini, supaya bisa merasakan susahnya masyarakat," tegasnya.

"Kami minta perbaikan segera dilakukan," tuturnya.

Diketahui desa Mopuya adalah wilayah di Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara (Sulut).

Mopuya terkenal sebagai kawasan transmigrasi, dan menjadi simbol toleransi dan kerukunan di Sulut karena masjid, gereja, dan pura dibangun berdampingan, menjadikannya contoh "Desa Sadar Kerukunan".

Mopuya berkembang pesat setelah kedatangan transmigran dari Jawa Timur dan Bali pada tahun 1970-an, yang mulai bermukim pada tahun 1972.

Selain itu, Mopuya merupakan wilayah yang dikenal dengan kegiatan pertanian dan perkebunan, didukung oleh masyarakat pendatang dan lokal yang hidup berdampingan. (NIE) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.