Aroma Hidangan dan Doa Bersatu, Tradisi Haul Jamak Tetap Lestari di Desa Berindat Lingga
Dewi Haryati February 14, 2026 10:07 PM


LINGGA, TRIBUNBATAM.id
- Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Ulum di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (13/2/2026) sore.

Aroma aneka hidangan tradisional tercium kuat dari dalam masjid, berpadu dengan lantunan doa warga yang berkumpul dalam tradisi haul jamak, sebuah kebiasaan turun-temurun menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Puluhan talam berisi makanan tertata rapi, masing-masing ditutup tudung saji pandan dan kain warna-warni.

Warga berdatangan mengenakan busana Melayu dan pakaian muslim tertutup.

Sekira pukul 16.00 WIB, mereka duduk bersila mengikuti pembacaan doa dan tahlil bersama untuk mengenang arwah keluarga serta kerabat yang telah wafat.

Usai doa, suasana berubah hangat. Warga tetap duduk bersila menikmati hidangan bersama.

Satu talam biasanya disantap sekitar lima orang, berisi nasi lengkap dengan lauk pauk tradisional yang menggugah selera.

Haul jamak di Desa Berindat Lingga sambut Ramadhan 2026
TRADISI HAUL JAMAK - Puluhan hidangan dibawa warga dalam Tradisi Haul Jamak di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (13/2/2026).


Obrolan santai pun mengalir, mulai dari cerita keseharian hingga persiapan menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Tradisi haul jamak sendiri merupakan kebiasaan doa bersama bagi arwah yang telah meninggal, sekaligus ajang silaturahmi masyarakat.

Meski bukan kewajiban adat, tradisi ini masih lestari di sejumlah wilayah Lingga dan biasanya dilaksanakan pada bulan Syaban, sekitar sebulan sebelum Ramadan.

Pelaksanaannya pun bergilir di masjid maupun surau setempat.

Pemuda Desa Berindat, Eddhy Nopriawan, mengatakan kegiatan haul jamak terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.

Pada pelaksanaan kali ini, sekitar 45 talam hidangan dibawa warga dari rumah masing-masing ke masjid untuk disantap bersama.

Selain itu, pengurus masjid juga menyiapkan sekitar 80 bingkisan makanan bagi warga dan tamu undangan.

“Semoga momen ini menjadi ajang silaturahmi, bukan hanya bagi warga Desa Berindat, tetapi juga masyarakat sekitar yang kami undang untuk bersama menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan suasana akrab.

Warga pulang sambil membawa kembali talam yang kini lebih ringan setelah disantap bersama.

Senyum dan sapaan hangat antarwarga menjadi penutup sore itu, menegaskan bahwa tradisi haul jamak bukan sekadar ritual, tetapi juga perekat kebersamaan masyarakat. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.