Tomas Trucha Kritik Skuad PSM Usai Takluk 0-2 Vs Dewa United: Sangat Buruk, Kalah di Momen Penting
Edi Sumardi February 14, 2026 10:04 PM

 

PAREPARE, TRIBUN-TIMUR.COM - Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, meluapkan kekecewaannya usai timnya takluk 0-2 dari Dewa United di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/2/2026).

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Trucha tampak geram.

Ia menilai para pemainnya gagal menjalankan disiplin taktik, terutama dalam menjaga garis pertahanan.

“Sangat buruk, kita kalah di momen-momen penting. Kita harus kembali lagi ke hal-hal dasar (basic), hal-hal mendasar tentang bagaimana bertahan dengan kompak, bertahan dengan rapat dan bertahan dengan lebih baik lagi,” katanya.

Trucha secara khusus menyoroti keputusan tim yang bermain terlalu dalam sejak menit awal.

Menurutnya, strategi menunggu memang menjadi bagian dari rencana, tetapi bukan berarti bertahan sedalam yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Pelatih PSM Tomas Trucha: Kita Hanya Menonton Dewa United Memainkan Bola

“Kami memang menunggu, namun instruksinya bukan bertahan sedalam itu. Saya tidak mengharapkan pemain untuk bertahan sedalam itu,” tegasnya mengatakan.

Pelatih asal Republik Ceko itu menjelaskan, seharusnya PSM mulai melakukan pressing ketika lawan melewati garis tengah.

Namun yang terjadi, skuad Juku Eja justru membiarkan Dewa United menguasai bola tanpa tekanan berarti.

“Harusnya pada saat mereka (lawan) melewati garis tengah, kita sudah lebih memberikan tekanan. Saya tidak mengharapkan garis pertahanan kita terlalu dalam seperti yang tadi terjadi, dan saya tidak tahu keberuntungan apa yang terjadi di babak pertama kita selamat, mereka tidak bisa mencetak gol,” jelasnya.

Upaya perbaikan sebenarnya sudah dilakukan saat jeda turun minum.

Trucha memasukkan Rizky Eka, Ananda Raehan, Savio, dan Luka Cumin demi meningkatkan intensitas permainan serta memperbaiki penguasaan bola.

Baca juga: PSM Makassar Dipermalukan 0-2 oleh Dewa United, Juku Eka Tak Pernah Menang Lima Laga Kandang

Namun perubahan tersebut tak memberikan dampak signifikan.

“Kami melakukan perubahan-perubahan di jeda babak pertama dan melakukan pergantian pemain. Kami berharap dengan pergantian tersebut kami mendapatkan hasil atau permainan yang lebih baik, namun ternyata tidak sesuai dengan harapan kami,” ujarnya.

Sepanjang pertandingan, PSM memang lebih banyak menunggu di area pertahanan sendiri.

Dewa United leluasa mengalirkan bola, meski sebagian besar sirkulasi masih terjadi di wilayah mereka sendiri.

Di sisi lain, lini belakang PSM tampil cukup disiplin dan solid dalam menjaga zona.

Juku Eja sempat mencoba memanfaatkan transisi cepat untuk mengancam, tetapi kurangnya tekanan di lini tengah membuat permainan sulit berkembang.

Kekalahan ini kembali memunculkan pekerjaan rumah besar bagi Trucha, terutama dalam membenahi organisasi pertahanan dan keberanian tim untuk menekan sejak awal.(*)
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.