Pelatih PSM Tomas Trucha: Kita Hanya Menonton Dewa United Memainkan Bola
Edi Sumardi February 14, 2026 10:04 PM

 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kekalahan di kandang kembali menghantui PSM Makassar.

Tim berjuluk Juku Eja itu dipermalukan Dewa United dengan skor 0-2 pada pekan ke-21 Super League 2025-2026.

Laga yang digelar di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/2/2026), menjadi pukulan telak bagi PSM.

Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan di kandang menjadi lima pertandingan terakhir.

Sorot kekecewaan terpancar jelas dalam sesi konferensi pers usai laga.

Pelatih PSM, Tomas Trucha, bersama bek kanan Daffa Salman tampak lesu.

Trucha tak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim, khususnya di babak pertama.

"Sangat, sangat buruk sejak awal pertandingan. Kita hanya menonton Dewa memainkan bola. Seolah-olah kita membiarkan mereka, kita hanya tinggal menunggu mereka mencetak gol," ucap Trucha dengan nada kecewa.

Menurutnya, PSM terlalu pasif dan memberi ruang bagi tim tamu untuk mengontrol ritme permainan.

Beruntung, penyelesaian akhir Dewa United di paruh pertama belum cukup klinis sehingga skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Baca juga: PSM Makassar Dipermalukan 0-2 oleh Dewa United, Juku Eka Tak Pernah Menang Lima Laga Kandang

Memasuki babak kedua, Trucha mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan tenaga baru demi merebut penguasaan bola.

Namun, skenario itu tak berjalan mulus, terlebih setelah PSM harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-75.

Victor Luiz diganjar kartu merah usai menginjak engkel Ricky Kambuaya.

Keputusan wasit itu menuai keberatan dari Trucha.

"Bagi saya itu agak keras. Saya sering melihat pelanggaran serupa hanya diganjar kartu kuning. Namun, wasit memutuskan kartu merah. Kami berharap bisa mencetak gol melalui bola mati, tapi itu tidak terjadi. Lawan justru mencetak gol dari tendangan bebas dan pertandingan pun berakhir," ungkapnya.

Baca juga: PSM Makassar vs Dewa United: Gol Dianulir Warnai 45 Menit Pertama

Ungkapan penyesalan pun mengalir dari sang pelatih kepada suporter.

Ia menilai, semestinya kemenangan tandang atas PSBS Biak pada pekan sebelumnya menjadi modal untuk mengamankan poin penuh di kandang.

"Saya hanya bisa menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar. Kami memenangkan pertandingan tandang sebelumnya, namun alih-alih mengamankan tiga poin di kandang, kami justru membuang poin-poin tersebut. Kerja keras kami minggu lalu menjadi sia-sia. Kami harus menjadi jauh lebih baik dan berjuang lebih keras, karena performa seperti ini bukanlah apa yang saya inginkan dari tim saya," ucapnya.

Hal senada disampaikan Daffa Salman.

Pemain muda itu mewakili rekan-rekannya meminta maaf kepada ribuan suporter yang tetap setia memenuhi tribun Stadion BJ Habibie.

"Mungkin kami sudah bekerja susah payah untuk menghadang Dewa, saya mewakili tim mengucapkan minta maaf untuk semuanya, Insyaa Allah kami akan lebih baik lagi ke depannya," ujarnya.

Jalannya Pertandingan

Kebuntuan baru pecah di penghujung laga.

Dewa United memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menekan lini pertahanan PSM.

Pada menit ke-90, Vico mencetak gol pembuka melalui tendangan bebas.

Sepakan kaki kirinya meluncur deras ke pojok kiri gawang yang tak mampu dijangkau Reza Arya Pratama.

Empat menit berselang, Alex Martins menggandakan keunggulan.

Lolos dari kawalan Dusan Lagator dan Aloisio Soares, penyerang asal Brasil itu menaklukkan Reza dan memastikan kemenangan tim tamu menjadi 2-0.

Kekalahan ini membuat PSM Makassar tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.

Di tengah tekanan dan sorotan, Juku Eja kini dituntut segera bangkit sebelum tren negatif di kandang semakin menggerus kepercayaan diri tim.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.