Ibu Muda di Karawang Ungkap Sifat Manipulatif Pacar: Pura-pura Sujud Usai Siksa Anak Balitanya
Muhamad Syarif Abdussalam February 14, 2026 10:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang | Cikwan Suwandi

KARAWANG, TRIBUNJABAR.ID – Seorang balita berusia 2,5 tahun di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh pacar ibu korban.

Ibu korban, IP (20), mengaku baru pacaran tiga bulan dengan, I (30), yang menjadi pelaku penganiaya anaknya di salah satu hotel di Karawang, Jawa Barat.

"Kalau kenalnya sejak lama, pacarannya baru tiga bulan," kata IP di rumah sakit, Sabtu (14/2/2026).

IP mengenal pacarnya tersebut dari kakak iparnya. Pasalnya pelaku merupakan teman dari kakak iparnya. "Pelaku ini teman dari suami kakak saya," kata dia.

Ia tak menyangka, pria yang selama ini dikenal baik dan menjadi pacarnya justru menjadi pelaku penyiksaan terhadap anaknya sendiri.

Peristiwa memilukan itu terjadi di sebuah kamar hotel di Karawang pada dini hari. Saat itu, ibu korban sempat keluar kamar untuk membeli makanan setelah pelaku berpura-pura sakit perut dan mengaku belum makan sejak pulang kerja. Anak korban ditinggalkan dalam kondisi tertidur di kamar bersama pelaku.

Namun, ketika kembali ke kamar, ibu korban mendapati situasi janggal. Lampu kamar dalam keadaan mati, lalu saat lampu dinyalakan, IP melihat pacarnya tersebut tengah mengelap darah di wajah anaknya.

Pacarnya mengaku kalau anaknya itu terjatuh tersungkur ke lantai. Namun, IP merasa tanggal. Pasalnya tidak ada bercak darah di lantai.

"Pelaku tetap tidak mengaku dan manipulatif. Dia bilang kenapa selalu menyalahkan aku, bahkan sampai kayak sujud. Seperti membuang sesuatu ke kolong kasur," kata dia.

Kecurigaan semakin kuat ketika ibu korban menemukan sejumlah benda mencurigakan yang disembunyikan di kolong kasur, di antaranya kain hitam, jarum berukuran besar, dan tang. 

Tak ingin melanjutkan debat, IP langsung membawa anaknya ke RSUD Karawang untuk segera mendapatkan penanganan medis. Anaknya mengalami luka pada bagian mata karena pukulan tang dan luka sobek pada bagian lidah karena dijepit dan ditarik dengan tang.

IP mengaku, kejadian penganiayaan pada anaknya sudah terjadi dua kali sebelumnya. Dia menemukan luka gigitan di tangan kanan dan kemudian kembali menemukan luka gigitan ditangan dan bengkak pada bagian rusuk bawah anaknya. Waktu itu pun pelaku tidak mengakui perbuatannya.

"Pekerjaan pelaku ini sopir ekspedisi," kata dia.

IP sendiri kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Siang harinya sekitar Pukul 10.00 WIB, polisi menangkap pelaku di RSUD Karawang.

Kepada polisi pelaku mengaku melakukan penganiyaan karena tidak tahan mendengar tangisan korban sehingga emosi.

"Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih menjalani pemeriksaan," kata Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.