TRIBUN-MEDAN.com - Siswi SMP di Kabupaten Gresik Jawa Timur dirudapaksa seniornya.
Korban dibawa ke rumah kosong di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Diketahui korban merupakan pelajar kelas VIII atau 2 SMP.
Korban selain mendapat tindakan asusila, juga mengalami tindakan penyekapan.
Pelakunya disebut-sebut salah satu anggota gangster.
Kondisi pahit ini disampaikan ayah korban berinisial CY berusia 44 tahun.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu (27/12/2025) lalu.
Setelah sekian lama, kasus ini baru terkuak pada 15 Januari 2026.
Baca juga: Pembangunan Jalan Perbatasan Humbahas-Pakpak Bharat: Janji Politik yang Harus Terwujud Tahun Ini
Baca juga: Jelang Ramadan, Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Pada saat itu, putrinya pamit ke luar rumah hendak bakar-bakar bersama temannya.
CY pun memberikan izin dikarenakan pada akhir pekan.
Namun, hingga pukul 19.00 WIB, korban tak kunjung pulang.
CY berusaha menghubungi putrinya melalui WA.
Namun, korban tak menjawab.
Ditelepon berulang kali juga tak dijawab.
"Pada saat itu, saya menunggu istri pulang bekerja untuk mencari keberadaan anak saya. Karena sampai pukul 10 malam (22.00 WIB), anak saya belum juga pulang ke rumah," ujarnya.
Sekitar pukul 23.00 WIB, istrinya pulang.
Tak perlu waktu lama, CY dan istrinya langsung mencari keberadaan korban di rumah teman-teman korban hingga ke Waduk Unesa Lidah Wetan, Surabaya.
Namun, korban tidak diketahui keberadaannya.
"Saya dan istri saya pun pulang dan kembali mencoba menelepon anak saya. Pas malam itu diangkat tapi tidak ada suara. Kemudian dimatikan, pas saya telepon lagi tidak diangkat sampai tidak bisa ditelepon lagi," bebernya.
Malam itu membuat mereka berdua gelisah.
Hingga keesokan harinya, putrinya pulang ke rumah sekitar pukul 08.00 WIB.
Tak ayal, seabrek pertanyaan bercampur rasa khawatir langsung tertuju pada korban.
Korban berusaha menutupi apa yang terjadi.
Dia mengaku usai menginap di rumah temannya.
"Kami pun percaya. Tapi sekitar tanggal 15 Januari 2026, istri saya dipanggil pihak sekolah. Dari sanalah kami tahu anak saya dilecehkan oleh kakak kelasnya," tegasnya.
Dari situlah, peristiwa yang menimpa putrinya terbongkar.
Saat berada di rumah, korban menceritakan yang sebenarnya, bahwa malam itu diajak kakak kelasnya berinisial GBA untuk jalan-jalan dan bakar-bakar di rumah temannya.
Namun, setelah diajak keliling menggunakan sepeda motor, korban diajak ke rumah kosong.
Di sana, korban bercerita diajak masuk ke rumah kosong dengan alasan mampir minum.
"Anak saya sempat menolak, tapi diancam tidak akan diantarkan pulang. Akhirnya anak saya pun masuk di ruang tamu," bebernya.
Keputusan itu mengubah hidup putrinya.
Terduga pelaku, GBA, memberi ancaman kepada korban agar mau melayani nafsu bejatnya.
Bahkan saat CY menelepon putrinya, pelaku sempat mengancam putrinya itu agar tidak mengatakan apa pun jika ingin pulang ke rumah dengan selamat.
"Jadi, pelaku ini kan anggota gangster. Karena banyak sajam di rumah kosong itu kata anak saya. Ada foto-foto pelaku sedang bawa sajam. Anak saya disekap dan diperkosa, saya tidak terima akhirnya saya lapor polisi," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Hadiwoso, membenarkan adanya laporan tersebut.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan.
"Benar, kami sudah menerima laporannya. Saat ini kami sedang melakukan proses penyelidikan," tutupnya.
(*/tribun-medan.com)