Puasa Ramadan 2026 Tanpa Lemas, Ini Pola Makan dan Gaya Hidup yang Dianjurkan
Maudy Asri Gita Utami February 15, 2026 12:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, masyarakat mulai mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun fisik, agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan penuh semangat. 

Memasuki penghujung bulan Rajab, berbagai pertanyaan mengenai kapan tepatnya awal puasa Ramadan tahun ini pun mulai ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, 1 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada tanggal 18 atau 19 Februari 2026. 

Namun demikian, kepastian awal Ramadan tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan diumumkan secara resmi oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Keputusan tersebut biasanya diambil setelah proses rukyatul hilal dan perhitungan astronomi selesai dilakukan.

Sambil menunggu penetapan resmi tersebut, masyarakat dianjurkan mulai mempersiapkan kondisi tubuh sejak dini. 

• Ramadan 2026 Tanpa Suami, Terry Putri Ungkap Perbedaan Waktu Jadi Hambatan

Persiapan ini penting agar saat menjalankan puasa selama kurang lebih 13 jam setiap hari, tubuh tetap sehat, tidak mudah lemas, dan aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan optimal.

Persiapan fisik bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun berdampak besar, seperti memperbaiki pola makan, mencukupi kebutuhan cairan harian, meningkatkan kualitas tidur, serta rutin berolahraga ringan. 

Selain itu, menjaga kesehatan mental dan mengelola stres juga menjadi bagian penting agar tubuh tetap bugar selama bulan Ramadan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tubuh tetap prima dan tidak mudah kelelahan saat berpuasa:

1. Cukupi Asupan Cairan

Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur, berbuka, dan setelah makan malam. Kebutuhan cairan yang terpenuhi dapat mencegah dehidrasi, yang kerap menjadi penyebab tubuh terasa lemah dan kurang bersemangat selama berpuasa.

2. Jangan Tinggalkan Sahur

Sahur berperan penting sebagai sumber tenaga sebelum menahan lapar dan haus seharian. Jika melewatkan sahur, tubuh berisiko kekurangan energi sehingga mudah lemas dan sulit fokus.

Usahakan sahur mendekati waktu imsak agar energi dapat bertahan lebih lama sepanjang hari.

3. Konsumsi Menu Sahur Bernutrisi Seimbang

Makanan yang dipilih saat sahur sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Hindari makanan dengan kandungan gula sederhana dan lemak berlebihan seperti gorengan atau mi instan karena bisa membuat tubuh cepat kehilangan energi.

Sebagai alternatif, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, atau kacang-kacangan yang mampu menyediakan energi lebih stabil. Tambahkan pula sayuran hijau untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral.

• Fakta-fakta Tentang Air Terjun Mananggar Niagara Borneo di Dusun Perbuak, Merayuh Air Besar Landak

4. Perhatikan Porsi Makan

Tidak hanya jenis makanan, jumlah yang dikonsumsi juga penting diperhatikan. Makan terlalu banyak saat sahur maupun berbuka dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman karena sistem pencernaan bekerja lebih berat.

Sebaiknya awali berbuka dengan porsi ringan terlebih dahulu, lalu lanjutkan makan secukupnya setelahnya.

5. Tetap Aktif Bergerak

Berpuasa bukan berarti berhenti beraktivitas fisik. Olahraga ringan seperti berjalan santai atau stretching tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran dan metabolisme tubuh.

Waktu yang tepat untuk berolahraga adalah menjelang berbuka atau setelah makan malam. Hindari aktivitas fisik yang terlalu berat agar stamina tidak cepat habis.

Dengan persiapan sejak dini, tubuh akan lebih siap menyambut Ramadhan sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan nyaman, lancar, dan penuh semangat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.